Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

Menkominfo: Hoax Harus Dilawan Aksi Nyata

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 18:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hoax, ujaran-ujaran kebencian ataupun konten-konten negatif dalam media sosial yang mengganggu kenyamanan hidup bermasyarakat harus dilawan dengan aksi nyata, janganlah terus berwacana.

Begitu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam dialog dengan Pengurus Pusat PMKRI Periode 2016-2018 di Kantor Menkominfo, Rabu, (13/9).

Menurut dia, saatnya harus bekerja dalam melawan hal-hal yang negatif atau ujaran-ujaran kebencian yang mengganggu harmoni kehidupan kebangsaan.


Kemenkominfo RI, lanjut dia, siap bekerjasama dengan segenap stakeholders dalam melawan hal-hal tersebut.

"Kepada teman-teman PMKRI, saya minta untuk kita bergandengan tangan dan bekerjasama dalam menghadapi persoalan ini," jelas Rudiantara.

Dia berharap, PMKRI dan Kominfo bisa melakukan agenda bersama dalam bentuk aksi nyata untuk memberangus fenomena tersebut.

PP PMKRI yang diwakili oleh Juventus Prima Yoris Kago selaku Pejabat Semantara Ketua Presidum PP PMKRI, mengatakan, audiensi atau dialog ini merupakan wujud silahturahmi PMKRI dalam membangun komunikasi dan hubungan baik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Juventus menyampaikan, PP PMKRI akan melakukan kegiatan Konferensi Studi Nasional di Makasar mulai tanggal 25-30 September. Sehingga mengharapkan kehadiran Menteri dalam kegiatan yang mengusung tema Radikalisme dan Kesenjangan Sosial tersebut.

"Kami berharap Bapak bisa hadir di agenda KSN nanti, karena bagi kami konten negatif, hoax dan sebagainya adalah bagian kecil dari embrio gerakan radikalisme,"

Di akhir dialog, Juventus mengapresiasi penawaran kerjasama PP PMKRI dan Kominfo. "Ini adalah bagian dari kerja nyata melawan semua upaya memecah belah kehidupan kebangsaan," sambungnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya