Berita

Foto/Setkab

Politik

Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Rohingya Yang Dikumpulkan Masyarakat

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 14:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengakui banyak pihak yang ingin juga memberikan sumbangan kemanusiaan bagi para pengungsi Rohingya, yang menjadi korban konflik di Rakhine State, Myanmar.

Pemerintah sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui empat pesawat Hercules, yang dilepas oleh Presiden RI Joko Widodo, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu pagi (13/9). Sumbangan itu akan diserahkan kepada pengungsi Rohingya yang tinggal di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Jelss Menlu, pemerintah siap menampung dan menyalurkan bantuan kemanusiaan yang juga dikumpulkan oleh berbagai pihak.


Karena itu, Menlu berharap ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah dan lain-lain dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Rohingya.

"Artinya, kita keluar dengan satu nama Indonesia," kata Menlu kepada wartawan usai mendampingi Presiden seperti dilansir dari laman setkab.

Mengenai bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Myanmar, Menlu mengemukakan, pemerintah saat ini sedang menunggu list barang-barang yang paling diperlukan. Ia menyebutkan, sudah melakukan komunikasi dua kali dengan pemerintahan Myanmar mengenai masalah list yang diperlukan.

"Begitu kita list diterima maka pemerintah akan segera mengirimkan bantuan. Kita bisa perkirakan barang-barang yang paling diperlukan, dan sambil jalan sekali lagi kita persiapkan juga yang untuk Myanmar," ungkap Retno.

Berdasarkan komunikasinya, Menlu mengatakan, bahwa Pemerintah Myanmar sudah membuka akses untuk menerima bantuan kemanusiaan bagi korban konflik di Rakhine State. Saat dirinya menelepon, menurut Menlu, Presiden Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross) mengaku sudah ada kesepakatan dengan pemerintahan Myanmar.

"Yang kita tunggu adalah list karena sekali lagi, kita akan memberikan bantuan kontribusi hal-hal yang mereka perlukan. Akan sayang kalau kita memberikan sesuatu, yang tidak sesuai dengan apa yang diperlukan oleh mereka," terang Menlu.

Menurut Menlu, saat ini jumlah pengungsi korban konflik di Rakhine State diperkirakan mencapai lebih dari 500 ribu orang. Ia meyakinkan, Indonesia akan berkontribusi semaksimal yang dapat dilakukan dalam meringankan beban para pengungsi itu.

Terkait penyaluran bantuan, Menlu menegaskan, tentunya pemerintah bekerjasama yang sangat dekat dengan pemerintah Myanmar, baik pemerintah pusatnya maupun pemerintah daerahnya, termasuk organisasi-organisasi kemanusiaan yang ada di lapangan.

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa ini adalah keberangkatan bantuan kemanusiaan yang pertama bagi pengungsi Rohingya, yang nanti pada minggu depan akan diberangkatkan lagi yang kedua, yang ketiga, dan seterusnya.

Bantuan yang diberangkatkan oleh empat pesawat Hercules, ada beras, ada bantuan makanan siap saji, ada family kit, tangki air, tenda untuk pengungsi, pakaian anak serta selimut. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya