. Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, bersama tokoh lintas agama dan organisasi kepemudaan, mengeluarkan pernyataan sikap atas persekusi yang dilakukan militer dan warga Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Pernyataan sikap ditelurkan lewat aksi solidaritas di Gedung Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (12/9).
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, tragedi Rohingya adalah kejahatan kemanusian. Apapun alasannya, pembantaian sistematis yang terjadi di negara bagian Rakhine tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.
"Kami meyakini tidak ada satu ajaranpun yang membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun," kata Rieke.
Aksi solidaritas untuk Rohingya juga ditandai dengan pembubuhan tanda tangan tokoh lintas agama dan perwakilan organisasi kepemudaan.
"Ini wujud solidaritas kami. Ke depan kami juga akan melakukan aksi konkret berupa mengumpulkan dana untuk warga Rohingya," imbuhnya.
Berikut pernyataan sikap aksi solidaritas untuk Rohingya yang dipublikasikan tadi.
Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap warga Rohingya;
Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar segera mengembalikan keamanan dan perlindungan terhadap semua orang di Rakhine;
Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk segera membuka akses bantuan kemanusiaan untuk Rohingya;
Kami Putra dan Putri indonesia mendesak PBB segera mengambil langkah konkrit;
Kami Putra dan Putri Indonesia mengajak seluruh pemuda dunia khususnya ASEAN untuk menyuarakan solidaritas dan kedamaian bagi Rohingya. [ald]