Berita

Foto: RM

Politik

BAYI DEBORA MENINGGAL

Dewan Kasih Waktu Menkes 2x24 Jam

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 17:26 WIB | LAPORAN:

Komisi IX DPR RI geram dengan sikap Menteri Kesehatan, Nila Moeloek yang cuek terhadap kasus meninggalnya bayi empat bulan Debora Simanjorang di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partahanan Daulay menjelaskan, pihaknya miris melihat tindakan Menkes tersebut. Makanya, dalam rapat kerja bersama Kemenkes, kemarin, Komisi IX DPR RI langsung membahas persoalan itu.

"Ada orang miskin yang datang berobat atau ada orang yang tidak mampu datang berobat tidak dilayani. Lalu kita anggarkan 59 triliun misalnya, untuk tahun 2018 anggarannya itu, lalu ada orang yang seperti itu, lalu untuk apa kita membahas itu," katanya dengan nada kesal dalam dialektika demokrasi bertema Kasus Bayi Deborah, Perlakukan RS Sesuai UU Kesehatan di media center DPR, Selasa (11/9).


Saleh makin kesal karena hingga saat ini Menkes tidak menyampaikan duduk persoalan ke rumah korban Debora, atau menemui kedua orang tuanya.

"Sebagai Menkes minimal datang ke rumah korban. Tapi ini pun tidak dilakukan," kata Saleh lagi.

Dia menegaskan, jangan hanya karena korban satu orang lantas Menkes tidak menunjukkan empatinya.  

Menkes, menurut Saleh, harus membuka mata kalau kasus Deborah,  juga terjadi di daerah lainnya namun tidak terungkap ke publik.

"Ingat dalam pembukaan  UUD  disebutkan negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Dari sisi pelayanan kesehatan juga, dalam UU kesehatan juga jelas ditegaskan. Oleh karena itu kita tidak mau ada alasan. Ketika satu negara lalai melindungi warganya kita anggap itu melanggar UUD 45," jelas dia.

Karena itu pihaknya memberi batas waktu 2x24 bagi Menteri Nila untuk bersikap.

"Harus ada rekomendasi, ada putusan, ada kebijakan yang dibuat apakah sanksi administrasi atau mencabut izin beroperasinya rumah sakit tersebut," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya