Berita

Agus Rahardjo/Net

Politik

Agus Rahadjo: Jika Pansus KPK Merasa Diancam, Saya Minta Maaf

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 17:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo secara terbuka menyampaikan permintaan maaf jika dianggap telah mengeluarkan ancaman kepada Pansus KPK.

Permintaan maaf itu disampaikan Agus saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).

"Saya minta maaf jika perkataan saya menyinggung teman-teman di Pansus KPK," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tentang pertimbangan penerapan pasal obstruction of justice kepada Pansus KPK bukan dimaksudkan untuk mengancam.

Ia juga sadar bahwa pasal menghalang-halangi proses penegakan hukum tidak bisa diterapkan kepada lembaga, tapi kepada seseorang yang menghalangi proses penyidikan.

"Sama sekali tidak mengancam. Kalau bapak dan ibu merasa diancam saya mohon maaf terus terang. Kami (hanya) mempertimbangkan, mempelajari. Kami juga menyadari obstruction of justice tidak bisa kepada lembaga," sambung Agus.

Pada akhir bulan lalu, Agus pernah mengumbar statement akan mengkaji penggunaan Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk menjerat anggota Pansus Angket karena dianggap merintangi proses penanganan korupsi KTP-el.

"Kami sedang mempertimbangkan, misalnya kalau begini terus, obstruction of justice ini dapat kami terapkan," jelasnya di Kantor KPK, Kamis (31/8). [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya