Berita

Foto/Net

Bisnis

Waskita Karya Bangun Hunian Di Stasiun Bogor

Gandeng KAI
SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 09:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Badan Usa­ha Milik Negara (BUMN) menggandeng Kementerian Perhubungan dan Pemerin­tah Kota Bogor bersinergi membangun proyek kawasan terintegrasi atau Transit Ori­ented Development (TOD) di Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan hunian di Stasiun Bogor ini melibat­kan BUMN PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) dan PT Waskita Karya Re­alty (WKR), yang merupakan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Rini Soe­marno mengatakan, kebutu­han masyarakat akan hunian yang mudah dijangkau saat ini semakin tinggi. Selain itu, seiring dengan kebijakan pe­merintah dalam hal percepatan pembangunan program satu juta rumah dan juga mengu­rangi angka backlog peruma­han, BUMN ikut mengambil peran untuk memberikan du­kungan secara nyata terhadap program tersebut.


"Konsep TOD di Stasiun Bogor sudah ada sejak 1,5 tahun yang lalu. Sayangnya proyek ini urung dilaksanakan karena masalah perizinan. Perijinannya sudah 1,5 tahun, enggak sabar juga Pak Bima (Walikota Bogor)," kata Rini dalam acara Penandatanganan nota kesepahaman sinergi TOD di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/9).

Dalam kerjasama ini, PT KAI dan PT WKR mengem­bangkan kawasan di atas lahan seluas 66.492 meter persegi, dengan konsep Tower Cam­puran 1.500 unit hunian me­nengah di Stasiun Bogor. 500 unitnya diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Stasiun Paledang yang menjadi satu kawasan TOD Bogor.

TOD Stasiun Bogor akan mulai dibangun pada awal Oktober 2017. PT WKR telah menetapkan pada 5 Oktober dilakukan groundbreaking untuk proyek tersebut. "Ya kita harapkan dalam 24 bulan selesai," kata Rini.

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq berharap, sebelum Oktober 2019 pihaknya telah menye­lesaikan pembangunan TOD Stasiun Bogor.

"Kita sudah bicara dengan Pak Wali Kota Bogor akan segera melakukan groundbreaking dan kami berharap sebelum Oktober 2019 bisa diresmikan secara sempurna," katanya.

Pengembangan kawasan hunian untuk masyarakat ber­penghasilan rendah (MBR) serta komersial ini berdiri di atas lahan KAI dan terinte­grasi dengan Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang dengan hak guna kepemilikan rusu­nami berjangka waktu hingga 50 tahun.

Direktur Operasi Waskita Karya Bambang Rianto men­jelaskan, nantinya konsep TOD tersebut akan berbentuk vertikal alias apartemen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, ka­wasan tersebut juga akan di­lengkapi kawasan komersial, akan dibangun apartemen kelas menengah dan pusat perbelanjaan.

"Konsep TOD kita ini di dalamnya ada komersial area dan kemudian ada apartemen dan ada untuk ke MBR," ujarnya.

Sementara 30 persen hunian akan dibangun khusus untuk MBR. Sisanya 60 persen hing­ga 70 persen untuk komersial atau kalangan menengah. "Tapi di dalamnya ada komer­sial area kaya untuk belanja," tegas Bambang. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya