Berita

Rita Widyasari/Net

Nusantara

PILKADA KALTIM

Dari Segi Apapun, Rita Widyasari Tetap Paling Unggul

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 06:57 WIB | LAPORAN:

. Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei dalam rangka menyambut Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim) 2018.

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono mengatakan bahwa survei dengan tema 'Survei Opini Masyarakat Kalimantan Timur tentang Pemilihan Gubernur Kaltim pada Tahun 2018' itu dilakukan demi menjaga dan mengawasi pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di Kaltim.

Berdasarkan daftar pemilih tahun 2014 lalu, setidaknya ada lebih dari 2,5 juta jiwa penduduk Kaltim yang akan mengikuti Pilkada 2018 nanti. Untuk mengetahui opini publik sebanyak itu, maka LKPI harus melakukan sampling. Adapun metode yang digunakan adalah metode multistage random sampling dengan margin eror lebih kurang 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sehingga didapatkan jumlah responden atau sample sebanyak 1.851 responden.


LKPI memilih 13 tokoh yang digadang-gadang akan meramaikan pesta rakyat Kaltim lima tahunan itu. Mereka adalah Mantan Wakil Gubernur Kaltim periode 2008-2013 Farid Wadjdy, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hadi Mulyadi, Bupati Kutai Barat periode 2006-2011 dan 2011-2016 Ismael Thomas, Bupati Kutai Timur periode 2009-2011 dan 2011-2015 Isran Noor, Bupati Kutai Timur periode 2003-2006 Mahyudin, Bupati Berau periode 2005-2010 dan 2010-2015 Makmur, Rektor Universitas Mulawarman Masjaya, Bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015 dan 2016-2021 Rita Widyasari, Walikota Samarinda periode 2010-2015 dan 2016-2021 Syaharie Jaang, Walikota Balikpapan periode 2011-2016, 2016-2021 Rizal Effendi, Walikota Bontang periode 2001-2006 dan 2006-2011 Sofyan Hasdam, Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya, dan Bupati Penajam Paser Utara periode 2013-2018 Yusran Aspar.

Pertama, menyangkut tingkat popularitas, Rita Widyasari paling dikenal dengan 86,8 persen, disusul oleh Isran Noor dengan 85,8 persen dan Syaharie Jaang 84,6 persen.

"Urutan keempat dan seterusnya, Rizal Effendi 81,1 persen, Sofyan Hasdan 75,9 persen, Yusran Aspar 75,8, Mahyudin 75,8 persen, Farid Wadjdy 61,4 persen, Makmur 60,6 persen, Masjaya 54,4 persen, Hadi Mulyadi 38,1 persen, Ismael Thomas 37,4 persen, dan Zuhdi Yahya hanya 37,1 persen," kata Arifin dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/9).

Kemudian responden ditanyakan soal kemampuan atau kapabilitas masing-masing tokoh. Rita Widyasari adalah sosok yang dianggap paling mampu memimpin Kaltim dengan 87,2 persen.

"Kemudian disusul Isran Noor 85,2 persen, Syaharie Jaang 84,1 persen, Mahyudin 81,8 persen, Rizal Effendi 81,5 persen, Sofyan Hasdam 81,5 persen, Yusran Aspar 75,5 persen, Makmur 74,4 persen, Farid Wadjdy 65,1 persen, Masjaya 51,6 persen, Ismael Thomas 37,9 persen, Hadi Mulyadi 37,9 persen, Zuhdi Yahya 35,3 persen," urainya.

Tambah Arifin, responden juga ditanya soal siapakah yang akan mereka pilih pada Pilkada Kaltim 2018 nanti. Lagi-lagi Rita Widyasari unggul.

Perempuan 43 tahun itu memperoleh 29,8 persen. Urutan kedua dan seterusnya, Syahrie Jaang 12,8 persen, Yusran Aspar dengan 7,3 persen, Rizal Effendi Walikota 7,24 persen, Isran Noor 7,2 persen, Farid Wadjdy 5,9 persen, Makmur Mantan Bupati Berau 4,92 persen, Mahyudin 3,94 persen, Hasdam 3,6 persen, Masjaya 3,46 persen, dan Hadi Mulyadi 3,0 persen, Kemudian Ismail Thomas 2,8 persen, Zuhdi Yahya 1,24 persen, serta yang tidak menjawab 6,8 persen.

"Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa popularitas Rita Wudyasari punya hubungan yang kuat dengan tingkat elektabilitas," kata Arifin.

Terakhir para responden ditanyakan secara tertutup melalui kuisioner untuk memilih salah satu tokoh yang layak dan paling bisa memimpin Kaltim jika hari ini diadakan Pilgub. Hasilnya 32,79 persen responden memilih Rita Widyasari, Syahrie Jaang 13,56 persen, Yusran Aspar 7,45 persen, Isran Noor 6,97 persen, Farid Wadjdy 6,54 persen, Rizal Effendi 5,46 persen, Mahyudin 3,73 persen.

Selanjutnya, Makmur 3,40 persen, Sofyan Hasdam 3,08 persen, Masjaya 2,92 persen, Ismael Thomas 2,75 persen, Hadi Mulyadi 2,48 persen, Zuhdi Yahya 1,35 persen.

"Dan yang belum memilih 7,52 persen," pungkas Arifin Nur Cahyono. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya