Berita

Foto/RMOL

Nusantara

KRL Arah Stasiun Duri-Tanahabang Terganggu Gara-gara Seng Warga Nyangkut

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 23:31 WIB | LAPORAN:

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) memastikan benda asing yang diduga sebagai penyebab gangguan Kereta Rel Listrik, merupakan seng dari bangunan di sekitar rel.

Seng itu tersangkut di kabel Listrik Aliran Atas (LAA) KM 3+400 antara Stasiun Duri menuju Stasiun Tanahabang, Minggu (10/9) malam.

"Benda asing penyebab gangguan diduga seng dari bangunan di sekitar rel yang terbawa angin kencang (hingga tersangkut)," ujar VP Komunikasi PT KCJ Eva Chairunisa kepada Kantor Berita Politik RMOL.


Saat ini petugas dari PT KCJ dan PT KAI Daop 1 Jakarta telah berada di lokasi untuk menyingkirkan benda tersebut dan memperbaiki kabel LAA.

Hingga berita ini diturunkan, aliran listrik untuk kabel LAA dari Stasiun Duri ke arah Stasiun Tanahabang maupun sebaliknya, dimatikan sementara. Tepatnya, sejak laporan gangguan diterima sekira pukul 19.55 WIB.

Hal ini dilakukan, sebagai langkah preventif demi keselamatan petugas selama penanganan.

Untuk perjalanan KRL lintas Tanahabang-Duri dan sebaliknya tetap dapat dilakukan menggunakan satu jalur bergantian. Kondisi tersebut menyebabkan antrian KRL di jalur lintas dan waktu tempuh perjalanan yang lebih panjang.

"Untuk memperlancar operasional dan mengurai antrian di lintas, maka perjalanan KRL dari arah Depok-Bogor ke Tanahabang saat ini sebagian hanya sampai Stasiun Manggarai," papar Eva.

PT KCJ mengimbau para pengguna yang tidak dapat menunggu evakuasi benda tersebut dari lokasi untuk menggunakan pilihan transportasi lainnya. Sedangkan, bagi penumpang yang telah melakukan transaksi tiket dapat melakukan pembatalan perjalanan di loket stasiun terdekat.

"Pengguna juga diharapkan tidak memaksakan diri dengan naik ke kereta yang telah penuh. Bagi yang tertahan di dalam rangkaian kereta juga dihimbau untuk senantiasa mengikuti petunjuk dari petugas, dan tidak memaksakan diri membuka pintu kemudian berjalan menyusuri rel," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya