Berita

Politik

PILKADA JATIM

Masih Dirahasiakan, Surat Arab Pegon Kiai Marzuki untuk Megawati

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 09:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Safari politik tiga hari yang digelar Wasekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan sejumlah pengurus DPP ke sejumlah kiai khas atau kiai sepuh di Jawa Timur ditutup dengan pertemuan di kediaman KH. Marzuki Mustamar, di Pesantren Sabilurrasyad Gasek, Sukun, Kota Malang, Sabtu (9/9).

Dalam pertemuan itu Kiai Marzuki secara khusus juga menuliskan surat bertuliskan Arab pegon (bahasa Indonesia tapi menggunakan huruf Arab) yang ditujukan khusus kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Isinya apa? Nanti biar Ibu Mega sendiri yang membuka dan membacanya," kata Kiai Marzuki usai pertemuan di rumahnya.


Yang pasti kata dia, dalam surat tersebut berisi kesepakatan para kiai sepuh dalam menghadapi Pilkada Jatim 2018. Selain itu, juga ada pesan khusus hasil istikharah kiai sepuh. Selain surat, dalam kesempatan ini, Kiai Marzuki juga menitipkan keripik tempe khas Malang untuk Megawati.

Pertemuan di kediaman Kiai Marzuki diikuti 25 kiai sepuh dari Malang Raya. Juga hadir Rois Syuriah PCNU Kota Malang. Sementara, rombongan DPP PDIP dipimpin Wakil Sekjen Ahmad Basarah.

Mendapat surat dari Kiai Marzuki, Basarah berjanji akan merahasiakan surat tersebut dan sesegera mungkin akan menyerahkannya ke Megawati.

"Ini ada amanah dari para kiai yang tentunya akan kami sampaikan langsung ke Ibu Megawati," kata Basarah.

Sehari sebelumnya, Jumat, saat melakukan silaturahmi ke kediaman KH. Mutawakil Alallah di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Basarah juga menerima surat khusus untuk Megawati. Surat khusus yang dinamakan oleh Kiai Mutawakil sebagai surat "cinta" untuk Megagawati itu, juga berisi tentang hasil kesepakatan dari para kiai sepuh di Jawa Timur.

Kunjungan Basarah ke sejumlah kiai sepuh di Jatim merupakan rangkaian silaturahmi membawa pesan Megawati untuk mendapatkan suara para kiai Sepuh dalam menghadapi Pilkada Jatim 2018.

Safari yang dilakukan Basarah dan sejumlah pengurus DPP PDIP dimulai pada Kamis sore (7/9/) dengan mengunjungi Ponpes Lirboyo Kediri. Di Pesantren itu, Basarah bertemu dengan sejumlah kiai dari Mataraman yang dipimpin KH. Anwar Manshur. Setelah di Lirboyo, safari dilanjutkan ke Pesantren Ploso, Mojo, Kediri untuk bertemu dengan KH. Zainuddin Jazuli serta sejumlah kiai lainnya.

Pada Jumat (8/9), safari dilanjutkan ke Pesantren Baitul Hikmah Pasuruan untuk bertemu KH. Idris Hamid serta sejumlah kiai sepuh dari Tapal Kuda. Dari Pasuruan, Basarah melanjutkan untuk sowan ke Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo dan bertemu dengan KH. Mutawakil Allallah dan sejumlah kiai lainnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya