Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kebijakan HET harus Ditopang Stok Beras yang Baik

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 18:45 WIB | LAPORAN:

Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium harus ditopang dengan stok beras yang baik.

Menurut Guru Besar Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin, hal itu penting mengingat sejauh ini cuaca dan hama masih menjadi salah satu faktor yang mengurangi suplay beras.

"Seandainya supply cukup, harga tidak akan naik tinggi, jadi jangan lupa meningkatkan produksi karena stabilitasi harga beras tergantung dari produksi dan stok," ujar dia di Jakarta, Sabtu (9/9).


Bustanul mengingatkan, kebijakan tersebut harus konsisten diterapkan lantaran beras sangat berpengaruh terhadap meningkatnya angka kemiskinan. Sebab, kenaikan harga beras menyumbang rata-rata 23 persen dari angka kemiskinan Indonesia.

"Beras ini kontributor terbesar terhadap kemiskinan, naik sedikit harga beras orang miskin bertambah," ujarnya.

Namun demikian, kebijakan pemerintah mengeluarkan HET dinilai sebagai langkah yang tepat untuk mengendalikan laju inflasi. Jika tidak ada kebijakan HET, target angka inflasi di akhir tahun sebesar 3 hingga 5 persen bisa tidak akan terjadi.

"Kemarin, Lebaran dan puasa stabil, jadi itu yang dijaga terus. Jangan sampai beras melonjak lagi," ujarnya

Seperti diketahui, beleid HET diberlakukan lewat Permendag 47/2017. Sayangnya, aturan itu dimakzulkan lantaran terjadi polemik di masyarakat dan pedagang.

HET kembali diberlakukan dengan landasan Permendag 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Harga acuan beras medium yakni Rp9.500 per kilogram. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya