Berita

Ahmad Basarah, Falah Amru, Nu'man Bashori, Kusnadi, Budi Sulistyono, dan KH Zainuddin Jazuli/Dok

Politik

Sowan, Wasekjen PDIP Dan Mbah Din Bahas Sinergi Islam-Nasionalis

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 11:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kediri, KH Zainuddin Jazuli antusias berdiskusi tentang pentingnya sinergi Islam-nasionalis, khususnya PDI Perjuangan dan nahdliyin dalam kebersamaan membangun bangsa dan menjaga ideologi dari rongrongan pihak yang belakangan mulai mengusik Pancasila sebagai dasar negara.

Selain itu, dibahas juga mengenai agenda politik Pilkada Serentak 2018, yang salah satunya Pilgub Jawa Timur.

Diskusi tersebut mengemuka saat Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah sowan ke kediaman KH Zainuddin, di Ploso, Kediri, Kamis (7/9) malam.


Basarah yang ditugaskan khusus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk sowan ke sejumlah kyai sepuh NU di Jatim didampingi Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi PDI Perjuangan) Falah Amru dan Ketua DPP Bamusi Nu'man Bashori, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Adapun KH Zainuddin didampingi sejumlah keluarga besarnya di Ponpes Al Falah.

Sebelum ke Ponpes Al Falah, Basarah juga sudah sowan ke sejumlah kyai NU di Ponpes Lirboso, pimpinan KH Anwar Manshur.

"Baru kali ini ada kunjungan ke sini. Ini kunjungan besar dan penting sekali karena bicara soal hubungan nasionalis dan Islam," kata Kiai Zainuddin Jazuli.

Kiai Zainuddin mengatakan, dalam segala hal di Indonesia khususnya dimana kemerdekaan juga merupakan hasil dari kerja sama kaum kebangsaan dan golongan agama, maka ketika ada kebersamaan akan membuahkan hal yang luar biasa. Terlebih ketika hubungan dan sinergi itu terjadi antara nasionalis dan NU atau dalam hal ini PDI Perjuangan dan Nahdliyin.

"Marhaen dan nahdliyin kalau bersama-sama pasti adem. Itu keinginan banyak orang sudah dari dulu," ujarnya.

Terkait dengan ancaman ideologi, KH Zainuddin juga menyampaikan apresiasinya karena PDI Perjuangan dan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang bisa dijadikan payung hukum untuk menindak setiap upaya perongrongan terhadap ideologi bangsa.

Dan sekarang ini, di momentum Pilkada Jawa Timur dimana PDI Perjuangan punya keinginan kuat untuk bersama-sama dengan NU, maka itu menjadi hal yang sangat menggembirakan.

"Sekarang mudah-mudahan kelakon (terlaksana), kami sudah minta Gus Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar) untuk mencalonkan Gus Ipul. Apalagi ketika PDI Perjuangan juga bisa menyetujui calon yang diusung NU," tuturnya.

Sementara itu, Basarah menyampaikan bahwa selain untuk meminta masukan, pertimbangan, dan aspirasi soal Pilkada Jatim, hal penting yang ditekankan adalah soal bagaimana menyikapi ancaman ideologi yang belakangan ini mulai muncul.

"Kami meyakini, dengan beriringan antara Nasionalis-Islam, antara PDI Perjuangan dan Nahdliyin, dengan bahu-membahu upaya-upaya yang mengancam ideologi bangsa akan mampu diatasi dengan baik ," ungkap Basarah.

Setelah sowan ke Kiai Zainuddin, Basarah dan rombongan langsung menuju makam KH Chamim Jazuli (Gus Miek). Ulama kharismatik yang merupakan adik dari KH Zainuddin Jazuli semasa hidupnya dikenal sebagai kiai nyeleneh dan dianggap sebagai salah satu Wali Allah. Saat ziarah ke makam Gus Miek, doa dipimpin langsung putra KH Zainuddin Jazuli, Gus Toif.

"Ziarah ke makam Wali Allah dan makam para kiai ini bagian dari doa dan mengharapkan barokah. Gus Miek salah satu Wali Allah, maka sangat penting kita harapkan barokahnya," kata Gus Falah Amru.

Peninggalan ngaji Gus Miek yakni Semakan Alquran dulu diikuti ribuan santri. Dan saat ini ngaji itu masih dilanjutkan putranya, dan juga masih diikuti ribuan santri.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya