Berita

Foto: Humas Sukarno Way

Politik

Sukarno Way: Saatnya Gerakan Radikalisasi Pancasila

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 10:32 WIB | LAPORAN:

Saatnya Pancasila diamalkan secara konsisten oleh generasi muda, termasuk generasi milenial. Yakni melalui gerakan radikalisasi Pancasila.

Begitu disampaikan Deputi Unit Kerja Presiden, Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Anas Saidi dalam Bincang Kebangsaan bertajuk "Menuju Indonesia yang dicita-citakan, Setia dan Komitmen terhadap Pancasila" di Gedung Pola, Jakarta, kemarin. Bincang kebangsaan ini digelar Komunitas Juang, Sukarno-Way Yayasan Bung Karno (YBK).

Selain Anas Saidi, pembicara lainnya yakni pakar dan pengamat ekonomi dari Universitas Maranatha Bandung, Timbul Hamonangan Simanjuntak; pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Malang, Imam Mukhlis; dan sejarawan senior Indonesia, Rushdy Husein.


Senada dengan Anas, Timbul Hamonangan dalam paparannya menilai pembangunan ekonomi saat ini perlu dikembalikan pada konsep ekonomi berdikari.

"Ketika bicara ekonomi dalam perspektif Pancasila, kita perlu kembali ke ekonomi berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Dan ekonomi berdikari itu adalah mahkotanya proklamasi," ujarnya.

Hamonangan melanjutkan bahwa selama ini ekonomi Indonesia mengesampingkan tanggung jawab dalam sumber dan penggunaan anggaran.

"Kita butuh pelompatan ekonomi, syaratnya tentu infrastruktur dan itu butuh anggaran besar. Menjadi masalah dalam hal anggaran, kita kurang bertanggung jawab dalam sumber dan penggunaan anggaran," tegasnya.

Imam menambahkan bahwa dalam konsep pembangunan ekonomi, rakyat harus dijadikan subjek pembangunan.

"Dan sebagai subjek, rakyat mesti diberikan porsi yang besar dalam mendesain pembangunan," tukasnya.

Sementara itu, Rushdy lebih mencermati Pancasila dalam perspektif sejarah. Kata dia, Pancasila tidak bisa dilepaskan dari sejarah yang melahirkannya.

"Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, itu pesan Bung Karno. Karena tidak mungkin melepaskan Pancasila dari sejarah yang melahirkannya," tutupnya.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya