Berita

Bambang Suherman (tengah)

Politik

Langkah Panjang Dompet Dhuafa Untuk Hadirkan Damai Di Rohingya

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lembaga sosial-kemanusiaan, Dompet Dhuafa sejak 2012 menyalurkan donasi dari para donatur untuk membantu warga etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Karena dalam kondisi konflik, tentu masyarakat Rohingya membutuhkan dukungan dalam bentuk apapun, termasuk upaya perdamaian. Terlebih jika belum ada tanda untuk menyudahi konflik dari pihak yang bertikai.

"Sejak 2012 hingga saat ini, Dompet Dhuafa terus menggulirkan bantuan berkala bagi masyarakat Rohingya. Tahapan intervensi yang kami galang dapat dikatakan cukup kuat. Mulai dari respon darurat atas kebutuhan masyarakat di pengungsian seperti dropping logistik dan kebutuhan kesehatan terus bergulir di pengungsian Rakhine, yang memang cukup sulit ditempuh aksesnya," ungkap Bambang Suherman, selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa dalam keterangan persnya, Jumat (8/9).


Dompet Dhuafa, kata dia melanjutkan, berupaya sekuat-kuatnya agar untuk terlibat dalam upaya membatasi, dan kalau bisa menghentikan penyebab-penyebab konflik yang ada di lapangan.

Dari 2012, di tengah menggulirkan bantuan logistik dan kesehatan, Dompet Dhuafa juga memainkan peran dalam hal diplomasi kemanusiaan. Berbagai upaya ditempuh untuk menciptakan perdamaian baik di Myanmar, Asia Tenggara, dan di seluruh penjuru dunia.

Bersama lembaga kemanusiaan lainnya, dalam upaya diplomasi Dompet Dhuafa menginisiasi lahirnya South East Asia Humanitarian Forum (SEAHUM), sebagai aliansi upaya perdamaian dalam konflik atau tragedi kemanusiaan. Kemudian di dalam negeri Dompet Dhuafa menginisiasi lahirnya Youth for Peace, melalui berbagai konferensi.

"Jalur diplomasi tak boleh terlupakan. Melalui berbagai gerakan dan konferensi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk daerah atau negara yang berkonflik, tentu akan semakin mempercepat upaya perdamaian. Seperti yang dikerjakan kawan-kawan di Youth for Peace, mereka duduk bersama mengupayakan perdamaian di Asia Tenggara," paparnya.

Bahkan, Youth for Peace sudah memiliki kader dari para calon doktor yang menempuh pendidikan di Indonesia. Mereka merancang konferensi untuk mengupayakan perdamaian di daerah konflik. Kader yang kini bergerak telah menghadirkan perdamaian di Filipina Selatan, dan saat ini juga tengah mengupayakan hal yang sama untuk Rohingya di Myanmar.

Tak berhenti di situ saja. Untuk benar-benar menghadirkan perdamaian bagi masyarakat Rohingya di Myanmar, Dompet Dhuafa bersama lembaga kemanusiaan lainnya di Indonesia dan Kementerian Luar Negeri membentuk Aliansi Kemanusiaan Indonesia Myanmar (AKIM).

"Hal tersebut sebagai upaya untuk dapat mendistribusikan bantuan secara permanen, dengan melibatkan pemerintah sebagai fasilitator negosiasi akses dan keamanan. Mengingat kondisi yang memprihatinkan dalam berbagai sektor di Rohingya, Myanmar," ungkapnya.

Rancangan program jangka panjang dari Dompet Dhuafa untuk Rohingya juga telah disiapkan. Desain program yang dirancang Dompet Dhuafa bersama lembaga kemanusiaan yang lain yaitu menghadirkan tiga intervensi program. Sehingga masyarakat di pengungsian juga tetap mendapatkan perhatian baik dari segi kebutuhan logistik, kesehatan, pendidikan, dan juga penghidupan atau mata pencaharian.

"Dompet Dhuafa tengah merancang tiga desain respon di Rohingya, Pertama adalah water and sanitasion, yaitu sebagai langkah intervensi kawasan-kawasan pengungsian, dan juga lokasi pergerakan pengungsi di perbatasan antar negara. Mengingat kondisi air dan sanitasi di kawasan tersebut sangat memprihatinkan," urai dia.

Kedua adalah di lini pendidikan, melalui Sekolah Guru Indonesia atau Sekolah Literasi Indonesia dengan menghadirkan peserta didik. Sehingga sistem yang ada di program sekolah guru tersebut dapat diaplikasikan di pengungsian.

"Kemudian untuk di kawasan pergerakan pengungsi di perbatasan antar negara, Dompet Dhuafa menghadirkan School For Refugee. Bahkan School For Refugee telah berjalan sejak kedatangan manusia perahu atau pengungsi dari Rohingya yang masuk ke sejumlah wilayah di Medan dan Aceh di periode 2015 dan 2016. School For Refugee juga banyak diadopsi dan mendapatkan penghargaan dari UNHCR," bebernya.

Kemudian ketiga adalah program Livelihood atau pendekatan ekonomi yang dilakukan Dompet Dhuafa dengan merancang Peace Concept Pasar Ramah yang bertujuan untuk memunculkan interaksi yang kuat dan transaksi pragmatis para pihak yang bersengketa saat ini.

"Adanya pasar tersebut, kita berharap dapat menciptakan interaksi yang bagus dan juga menimbulkan saling ketergantungan di antara mereka. Sehingga terbangun kesadaran bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan, bukan saling berperang,” jelas Bambang.

Namun bagaimanapun, upaya ini bukan milik Dompet Dhuafa atau lembaga kemanusiaan semata. Semua terkait tragedi atau konflik kemanusiaan dalam mengupayakan perdamaian, menjadi tugas bersama untuk membantunya.

"Karena Rohingya adalah saudara kita, kini saatnya kita semua hadirkan perdamaian di sana. Karena bagaimanapun, konflik kemanusiaan hingga menimbulkan korban jiwa layak kita singkirkan dari dunia," pungkasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya