Berita

Zeng Wei Jian

Politik

Sosialisme, Komunisme, dan Alhadi

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 06:40 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

TADI (kemarin, red) pagi, bangun tidur, buka WA. Ada pesan dari Alhadi Muhammad. Dia tanya apa beda antara sosialisme dan komunisme.

Setahu saya, Sosialisme dan Komunisme adalah "umbrella term" aliran kiri (left-wing school). Konsep ekonomi kontra kapitalisme.

Sebagai ideologi, Komunisme dianggap sebagai kiri-mentok (hard-left). Lebih rigid dari Sosialisme. Orang-orang komunis tolak market capitalism dan pemilu demokratik. Di Rusia, mereka bikin Gulag (Kamp Kerja Paksa). Di Tiongkok, Mao Zedong pimpin eksekusi Tuan Tanah (Ti Zu). Sedangkan Pol Pot kembali ke Tahun Nol (Year Zero).


Di Jakarta, mereka rilis Gerakan 30 September. Bunuh enam jenderal dan seorang perwira pertama. Pejabat dan PNS dikasi label Kabir (Kapitalis-Birokrat).

Sebagai sistem pemerintahan, Komunisme mengadopsi asas partai tunggal (one-party state). Cuma ada Partai Komunis. Tidak boleh ada oposisi. Yang melawan: ditindas, ditangkep, dire-edukasi, dikirim ke Gulag atau dieksekusi.

Sosialisme punya berbagai variasi spektrum politik. Posisinya di Kiri Tengah (left-of-center). Baik dalam sistem ekonomi mau pun politik, posisinya di tengah, agak kekiri-kirian. Di Manifesto Komunis, ada satu chapter khusus membombardir setengah lusin model sosialisme yang sudah ada saat itu.

Seorang sosialist, bisa pro atau anti pasar. Mereka bisa berjuang menghapus kelas sosial, atau menempuh perjuangan pragmatis: menciptakan universal healthcare, universal pension, UMR, workplace safety, asuransi sosial, dan public services lainnya.

Pasca World War II, partai sosialis dominan di Eropa Barat. Para intelektual lokal negeri-negeri newly decolonized di Afrika, Asia dan Middle East terpengaruh ide-ide sosialisme. Misalnya, Islamic Socialism menekankan arti penting zakat sebagai salah satu asas keadilan sosial.

Asal mula Komunisme adalah Manifesto Komunis (1848), ditulis by Karl Marx dan Friedrich Engels. Hukum besinya: Kontradiksi Kelas. Revolusi Komunis hendak merebut alat-alat produksi. Ketika kaum buruh berhasil berkuasa, dan melaksanakan proletariat dictatorship, negara akan lenyap. Kaum Buruh diyakini akan menciptakan classless society dan sistem ekonomi berdasarkan pemilikan bersama. Produksi dan konsumsi akan seimbang. Motonya: "from each according to his ability, to each according to his need."

Agama, keluarga, negara dan private ownership akan dilenyapkan. Ke empat hal ini, bagi komunis, adalah alat menindas kaum buruh (the working class).

Sedangkan sosialisme masih menyakini fungsi negara sebagai pengatur produksi dan distribusi. Sosialisme lebih tua dari komunisme. Tokoh-tokohnya seperti Henri de Saint-Simon, Robert Owen, Charles Fourier, Pierre Leroux, dan Pierre-Joseph Proudhon (1809-1865) yang pernah bilang, "property is theft."

Pikiran mereka lebih berkutat pada egalitarian, distribusi kekayaan yang adil, solidaritas kaum buruh, better working conditions, dan kepemilikan bersama sumber-sumber produktif seperti tanah dan mesin-mesin. [***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya