Berita

Basarah-Kiai NU/Net

Nusantara

PILKADA JATIM

Kiai NU Sodorkan Gus Ipul Ke PDIP

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 05:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah safari politik sowan Kiai NU ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pimpinan KH. Anwar Manshur, Kamis (7/9).

Agenda sowan kiai ini adalah dalam rangka mendengarkan aspirasi, masukan serta pertimbangan para kiai dan ulama NU terkait berbagai persoalan bangsa, dan juga dalam rangka mendengarkan aspirasi terkait Pilkada Jawa Timur 2018.

Kia Anwar mewakili suara para kiai daerah Mataraman kepada Basarah yang diutus langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa figur yang diusung NU untuk maju di Pilkada Jatim hanya satu nama yaitu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Para kiai NU bahkan sudah meminta PKB sebagai kendaraan politiknya dan sekaligus meminta Gus Ipul untuk mendaftar melalui PDIP.


"Beberapa hari lalu, kami para Kiai di Jatim sudah ketemu, dan sepakat bahwa pilkada tidak boleh korbankan kesatuan dan persatuan masyarakat dan bangsa. Harus lahirkan pemimpin yang mampu sejahterakan masyarakat, mampu jaga stabilitas. Banyak poin yang sifatnya makro, baru kemudian sebut nama. Nah, soal nama, kami sudah sepakat, untuk calonkan Saifullah Yusuf sebagai cagub Jawa Timur, untuk selanjutnya meminta PKB menjadi kendaraan politiknya. Dan meminta kepada Saifullah untuk daftar ke PDIP," kata Kiai Anwar Iskandar.

Turut hadir dalam pertemuan itu diantaranya sejumlah kiai dari Lirboyo yakni KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH. Habibulloh Zaini, KH. An'im F Mahrus, KH. Hasan Zamzami Mahrus, KH. Athoillah S Anwar, dan KH. M Ma'ruf Zainuddin. Kemudian dari Blitar KH. Dliyau'uddin Zubaidi, dari Tulungagung KH. Abdul Hadi Mahfudz dan KH. Minan Ali, serta dari Nganjuk KH. Ali Musthofa Said dan KH. Asfiya' Hamida, dari Trenggalek KH. Kholifah Sholeh dan KH. Muh Mukhlas Noer. Lalu dari Kediri KH. Abdul Hamid Abdul Qodir, KH. Sholeh Abdul Jalil, KH. Nashir Badrus, KH. Najib Zamzami, KH. Nurul Huda Ahmad, KH. Zainuri Faqih, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, KH. Zubaduzzaman, KH. Anang Darunnaja, dan KH. Thoha Douglas Yahya (Gus Lik).

Adapun yang turut mendampingi Basarah yakni Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan Falah Amru, dan Fungsionaris Bamusi Nu'man Anshori serta Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Setelah menyampaikan nama Gus Ipul sebagai calon yang didukung para kiai NU, Kiai Anwar kemudian menyampaikan sikap para kiai soal posisi cawagub yang diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Siapa yang ditunjuk, yang dikehendaki Ibu Mega kami akan terima dan dukung. Yang penting, harus menang. Setelah itu, kita rawat bersama-sama Jatim yang aman, tenteram dan diridhoi Allah," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Anwar juga menyampaikan pentingnya sinergi kekuatan Islam-Nasionalis di Indonesia. Karena Indonesia sejak awal berdirinya adalah hasil kerja keras dan perjuangan para pendiri bangsa yang mewakili golongan kebangsaan dan golongan agama, khususnya Islam yakni para kiai dan ulama.

"Ini baik dalam upaya meneruskan yang dulu dilakukan Bung Karno dan Mbah Hasyim, Gus Dur dan Mbak Mega, dan sekarang ini kita teruskan. Begitu indah sekali," tukasnya.

Kiai Anwar Iskandar menambahkan, PDIP secara politis partai terbesar, sementara NU kultural terbesar. Kalau bisa sinergi PDIP-NU akan hasilkan sesuatu yang luar biasa bagi bangsa dan negara.

"Apalagi secara ideologi, siapa sih yang meragukan nasionalisme PDIP Dan NU kalau bicara soal nasionalisme juga seperti pelajaran wajib di pesantren. Menjaga agama, negara, keturunan, harga diri, adalah kewajiban. Bahkan Mbah Hasyim pernah keluarkan fatwa Hubbul Waton Minal Iman yaitu mencintai bangsa adalah bagian dari iman." tegasnya

Sementara itu, Ahmad Basarah menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan masukan Kiai NU akan disampaikan langsung kepada ketua umum, pada Minggu (10/9) nanti dan dipastikan akan menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan soal calon di Pilkada Jatim.

"PDI Perjuangan akan mengadakan rapat kerja Tiga Pilar Partai, yang dihadiri dan dipimpin Ibu Mega. Nanti akan saya sampaikan laporan ini langsung kepada beliau, dan saya pastikan akan menjadi pertimbangan penting dalam mengusung cagub Jatim," katanya.

Bagi PDI Perjuangan, masukan dan aspirasi dari kiai sepuh di Mataraman ini juga tentu tidak lepas dari keyakinan betapa pentingnya sinergi Nasionalis-Islam dalam membangun bangsa ini. Seperti juga dulu dicontohkan Bung Karno, yang saat itu  rutin  mengajak diskusi dan meminta saran dari para kyai, seperti Mbah Kyai Wahab Hasbullah dan juga Mbah Kyai Wahid Hasyim.

"PDIP akan senantiasa mengajak NU untuk selalu bergandengan tangan dan bekerja sama mengawal negara Pancasila dari berbagai macam ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri," tandas Basarah.

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur dengan jumlah santri sekitar 20.000 orang pada saat ini. Diantara lulusan Pondok Pesantren Lirboyo adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan KH. Mustofa Bisri.

Saat ini Pesantren Lirboyo diasuh oleh KH. Anwar Manshur yang menjabat sebagai Rois Suriah PWNU Jawa Timur. Megawati pernah berkunjung ke Pesantren Lirboyo pada penutupan Muktamar NU tahun 1999 saat menjabat sebagai Wakil Presiden. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya