Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Jawa Barat Bisa Jadi Trendsetternya Indonesia

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 23:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Tokoh nasional yang juga ekonom senior Dr. Rizal Ramli yakin Provinsi Jawa Barat bisa cepat berkembang dan maju karena memiliki semua prasyarat yang dibutuhkan.

"Kalau orang Jawa Barat lebih berani ambil resiko, lebih berani inovatif, saya yakin Jawa Barat akan jadi trendsetternya Indonesia. Saya yakin karena Jawa Barat memiliki semua potensi untuk jadi besar, berkembang dan lebih maju," kata Rizal ketika menjadi pembicara dalam diskusi 'Potensi dan Tantangan Jawa Barat untuk Indonesia' di Aula Pascasarjana Universitas Pasundan, Bandung, Kamis (7/9).

Diskusi digelar dalam rangka Dies Natalis Universitas Pasundan yang ke-57 dan Milangkala Paguyuban Pasundan ke-104. Otto Iskandar Dinata adalah salah satu pahlawan nasional yang pernah menjadi pengurus di masa-masa awal paguyuban berdiri. Selain Rizal Ramli, hadir pembicara lain dalam diskusi ini pakar politik Unpad Prof. Asep Warlan Yusuf, pakar ekonomi Unpas Acuviarta Kartabi SE.ME, dan Kepala Departemen Hukum Tata Negara Unpad Dr. Indra Perwira.


Dikatakan Rizal, Jabar kaya akan potensi alam. Selain tanah yang subur, SDM di Jabar jadi modal penting. Infrastruktur pendidikan juga bukan masalah karena di Jabar ada banyak perguruan tinggi ternama dan berkelas.

"60 persen (kegiatan) industri di Indonesia ada di Jawa Barat, ada Bekasi dan daerah-daerah lainnya. Ini sangat luar biasa. Apalagi nanti setelah pelabuhan internasional Patimbanan dan bandara internasional Kertajati beroperasi. Ini bisa menyedot sebagian ekonomi Jakarta ke Jawa Barat," papar Menteri Perekonomian di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Sebab, menurut dia, 50 persen traffic distribusi dan lalu lintas industri yang sebelumnya masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok akan pindah ke Patimbangan di Subang. Kemudian, traffic transportasi udara khususnya dari dan menuju Jabar selatan kedepan tidak perlu lagi melalui bandara Soetta atau Halim Perdanakusumah di Jakarta yang membutuhkan waktu tempuh 6 hingga 7 jam dengan perjalanan darat.

"Daerah sekitar (pelabuhan dan bandara) akan tumbuh. Makanya sudah benar pemerintah pusat memutuskan membangun pelabuhan besar Patimbanan dan bandara internasional Kertajati. Ini proyek besar yang bisa membuat Jawa Barat tambah maju. Saya mengajak tokoh-tokoh di Jawa Barat untuk sama-sama mendorong dan mempercepat supaya ini jalan," sambung Rizal dalam diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh dan sesepuh Jabar antara lain Cece Padmanegara itu.

Meski begitu Rizal menyebut sejumlah tantangan yang sekaligus menjadi kekhawatiran dirinya terhadap kondisi Jabar saat ini. Menurut Rizal, Jabar terancam tak lagi menjadi lumbung pangan nasional akibat bergesernya orientasi pembangunan dari pertanian ke industri. Rizal menceritakan dirinya tahu persis saat menjabat kepala Bulog dimana Cianjur, Karawang dan Indramayu menjadi lumbung pangan tetapi saat ini kondisinya berubah.

"Ini kalau dibiarkan Jawa Barat tidak akan jadi lumbung pangan lagi. Harus diperkuat tata kotanya, mana daerah pertanian, mana daerah industri, dan mana daerah perumahan. Buat tata kota Jawa Barat sekarang untuk 20 tahun kedepan. Jangan ada rencana begini begitu tapi disogok, tata kotanya berubah semua," ucap dia.

Jabar menurut Rizal adalah gudangnya orang-orang pintar. Tapi sayangnya mereka kurang dilibatkan dalam upaya membangun Jabar.

"Kumpulkan semua ahli yang ada di Jawa Barat, buat rancana Jawa Barat 20 tahun yang akan datang seperti apa. Buat tata kota, setelah itu awasi bersama-sama," sarannya.

Selain di daerah-daerah industri, tingkat kemiskinan di Jabar bagian selatan sejauh ini tidak banyak berubah. Menurut Rizal yang menghabiskan masa mudanya di Bandung dengan kuliah di ITB, semua potensi yang dimiliki tidak akan merubah Jabar ke arah perbaikan jika Jabar dipimpin orang yang tidak punya integritas dan miskin terobosan.

"Bicara Jawa Barat bukan hanya bicara Bandung, tapi  juga Jabar selatan. Saya tidak percaya Jabar bisa berubah kalau hanya mengandalkan seorang gubernur yang kemampuannya terbatas sementara masalahnya kompleks. Kecuali dia pemimpin hebat seperti Ali Sadikin. Tapi apakah ada orang Jawa Barat seperti Ali Sadikin? Jadi harus ada kepemimpinan yang sifatnya kolektif, berdasarkan persaudaraan, merangkul yang lainnya. Kemudian bersama-sama membuat mimpi besar dan secara bersama-sama juga mewujudkannya," demikian kata Rizal Ramli yang pernah menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya di Kabinet Kerja.[rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya