Berita

Ahmad Sahroni/Net

Politik

Nihil Keterangan Pimpinan KPK, Kerja Pansus KPK Harus Diperpanjang

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 21:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kerja Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menggali penyimpangan yang terjadi di lembaga anti rasuah harus dipepanjang. Ini mengingta, Pansus KPK belum memperoleh keterangan dari pimpinan KPK terkait sejumlah temuan yang didapat.

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjelaskan bahwa selama tiga bulan Pansus KPK bekerja, belum ada kesimpulan kuat yang bisa direkomendasikan. Terlebih, KPK yang kini berusia 15 tahun memerlukan banyak sekali perbaikan demi penguatan pemberantasan korupsi di masa mendatang.

"Kalau menurut saya masih banyak kekurangan dari kerja Pansus, khususnya untuk menginvestigasi hal-hal apa saja yang patut nanti dijadikan bahan rekomendasi," kata Sahroni saat dihubungi, Kamis (7/9).


Politikus Nasdem ini menyayangkan sikap pimpinan KPK yang tidak kooperatif selama dipanggil Pansus KPK. Alih-alih hadir, pimpinan KPK justru membuat opini bahwa keberadaan pansus adalah ilegal. Padahal, sambungnya, putusan PTUN jelas mengatakan Pansus KPK itu legal.

"Mustinya pimpinan KPK datang saja duduk bersama. Tidak perlu membuat opini di publik seolah olah DPR itu menghambat. Kalau memang tidak ada apa-apa mestinya datang dan bicara, duduk bersama dengan baik untuk kelangsungan KPK ke depan agar makin hebat dan kuat," tegas Sahroni.

Dia berharap perpanjangan kerja Pansus KPK ini bisa disetujui oleh anggota lainnya, sehingga rekomendasi yang dihasilkan tidak akan sia-sia.

"Bilamana dibutuhkan untuk mendapatkan hasil rekomendasi yang bagus sebaiknya dilanjutkan," tutup Sahroni.

Sementara itu, anggota Pansus KPK Bambang Soesatyo mengklaim bahwa 80 persen tuga pansus sudah terselesaikan dengan baik. Menurutnya, pansus juga sudah menemukan sejumlah bukti untuk membuat kesimpulan yang akan dibahas dalam rapat Paripurna dan akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Ya menurut saya karena kerja sudah hampir finish hampir 80 persen dan kita sudah meyusun draft rekomendasi dan dua minggu ke depan hanya tinggal mengkonfirmasi dan minta penjelasan dengan KPK setelah itu kita selesaikan tanggal 28," katanya.

Politisi Golkar itu berharap pimpinan KPK dapat memenuhi pemanggilan Pansus KPK sebelum rekomendasi dibawa ke rapat paripurna.

"Jadi saya menghimbau kepada KPK tinggalkan ego dan pikirkan institusi KPK secara keseluruhan, karena kalau individu tidak hadir yang rugi adalah institusi KPK-nya," tandasnya.

Masa kerja Pansus KPK yang terbentuk pada 5 Juni lalu akan berakhir pada 28 September. Hal ini sesuai dengan UU 17/2014 tentang MD3 Pasal 206 bahwa panitia angket melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada rapat paripurna DPR paling lama 60 (enam puluh) hari sejak dibentuknya panitia angket. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya