Berita

Sekjen Kemnaker: Pendirian Politeknik Ketenagakerjaan Untuk Percepat Penyediaan Pekerja Terampil

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 18:03 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementrian Ketenagakerjaan terus mengkaji rencana pedirian Politeknik Ketenagakerjaan. Lembaga pendidikan ini diharapkan mempercepat penyediaan tenaga kerja terampil.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto, saat mendampingi tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara mensurvei persiapan pendirian Politeknik Ketenagakerjaan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Rabu (6/9).

"Politeknik Ketenagakerjaan dibangun untuk meningkatkan kompetensi, praktek, attitude calon pekerja. Juga, menghilangkan missmatch antara pendidikan dan dunia kerja. Lulusan Politeknik Ketenagakerjaan juga diharapkan langsung diterima karena jurusan yang dibuka sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” kata Hery.


Menurut Hery, tim Kemnaker dan Kemen-PAN tengah mempersiapkan pendirian lembaga Politeknik itu.Beberapa balai latihan milik Kemnaker, Lanjut Hery, sedang disurvei kelayakannya untuk dijadikan kampus Politeknik Ketanagakerjaan itu. Sementara ada tiga jurusan yang disiapkan, yakni Relasi Industri, Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), dan Manajemen Sistem Sumber Daya Manusia.
 
Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Rini Widyantini menyatakan, pihaknya menyambut baik rencana pendirian lembaga pendidikan ketanagakerjaan. Rini, mengingatkan dalam pendirian sebuah lembaga pendidikan hendaknya memperhatikan dua hal, yakni kebutuhan masyarakat dan persiapan sarana-prasarana.
 
"Harus menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan pasar. Untuk itu, program studi yang dibuka harus benar-benar mengacu pada kebutuhan pasar kerja serta dengan fasilitas yang memadai,” kata Rini.

Agar memberikan pola belajar mengajar yang berkualitas, Rini juga menyarankan agar Kementerian Ketenagakerjaan mencontoh perguruan tinggi  yang jauh lebih baik. Mencontoh dalam arti melakukan studi tiru dan menyempurnakan.

Turut pula mendampingi survey, Kepala Barenbang Kementrian Ketenagakerjaan, Sugiarto Sumas. Finalisasi penentuan kampus Politeknik Ketenagakerjaan masih menunggu hasil survey di beberapa tempat milik Kementerian Ketenagakerjaan yang lain. [wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya