Berita

Masinton Pasaribu

Politik

Masinton Pasaribu Minta Dandhy Laksono Minta Maaf Ke Megawati

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 15:32 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, angkat bicara atas pelaporan produser film dokumenter Dandhy Dwi Laksono ke Polda Jawa Timur (Jatim).

Masinton menegaskan Dhandy dilaporkan terkait tulisan di dinding Facebooknya yang menyandingkan Megawati Soekarnoputri dan Aung San Suu Kyi murni atas inisiatif pengurus Repdem Jatim.

"Pelaporan terhadap Saudara Dhandy adalah inisiatif dari Ketua Repdem Jawa Timur sebagai reaksi atas tulisan Saudara Dhandy Laksono yang mempersamakan Ibu Megawati dengan Aung San Suu Kyi. Padahal peran kedua tokoh tersebut sangat berbeda dan dalam konteks yang berbeda pula," jelasnya, Kamis (7/9).


Masinton memahami langkah Repdem Jatim karena mereka resah dengan tulisan Dandhy yang berjudul  "Suu Kyi dan Megawati, itu. Kader-kader PDI Perjuangan, baik secara person maupun organisasi sayap seperti Repdem memiliki karakteristik sendiri.

Masing-masing dari mereka, tekan Masinton, memiliki kewajiban untuk membela kehormatan dan martabat institusi partai, Megawati, juga Presiden Jokowi dari tudingan-tudingan yang tidak berdasar oleh pihak lain yang bertujuan mendiskreditkan.

Karena itu, Masinton berharap agar Dandhy Laksono juga dapat memahami reaksi kader Repdem dan bisa menyampaikan klarifikasi serta permohonan maafnya kepada Megawati.

"DPN Repdem selalu membukakan pintu maaf dan dialog terhadap siapapun termasuk dengan Saudara Dandhy Laksono," ungkap anggota Komisi III DPR RI ini.

Seperti ketika Repdem menerima permohonan maaf dan klarifikasi langsung dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arif Poyuono yang pernah dilaporkan karena menyamakan PDI Perjuangan dengan PKI.

"Kami juga meminta agar pihak-pihak lain bisa memahami dan tidak mempolitisasi persoalan ini," pungkasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya