Berita

RMOL

Politik

Di Forum Parlemen, PKS Tawarkan Solusi Hentikan Kekerasan

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Perhelatan World Parliamentary Forum on Sustainable Development di Nusa Dua, Bali, 6-7 September salah satunya membahas soal konflik dan kekerasan di berbagai negara, khususnya yang aktual terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mewakili delegasi DPR RI turut melakukan intervensi pada sesi forum bertajuk 'Ending Violence, Sustaining Peace'. Menurutnya, kekerasan seharusnya tidak terjadi lagi sejalan dengan kemajuan dunia dan perkembangan intelektualitas manusia.

"Tapi realitasnya kita masih mendapati bentuk-bentuk kekerasan di depan mata, bahkan pada perempuan dan anak-anak seperti yang terjadi di Rohingya, Pelestina, Suriah, Irak dan lain sebagainya," katanya.


Anggota Komisi I DPR itu menggugah delegasi 45 negara dengan menyodorkan dua pilihan. Pertama, apakah membiarkan saja kekerasan menjadi tontonan yang menyedihkan dan menyakitkan sampai korbannya habis binasa.

"Seperti saat ini, kita dipertontonkan tragedi pembunuhan, pembakaran, dan penyiksaan saudara-saudara kita di Rohingya dan kita hanya bisa bersedih, berduka, serta menangis pilu," ujar Jazuli.

Atau, harus bertindak sekarang juga stop kekerasan.

"Tentu sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dunia kita harus menghentikan semua bentuk kekerasan atas nama dan alasan apapun," lanjutnya.

Untuk itu, PKS menawarkan lima terobosan sebagai solusi komprehensif untuk menghentikan kekerasan di muka bumi. Yakni mewujudkan keadilan dalam hukum, ekonomi, dan sosial kepada seluruh masyarakat dunia, mewujudkan sistem demokrasi yang semakin kuat sehingga setiap keputusan dan hasil proses demokrasi diterima secara terbuka bukan konflik apalagi kudeta. Kemudian menerima, mengakui, dan menghargai hak asasi manusia secara tulus dan murni.

"Negara-negara kuat harus jujur dalam mengambil peran untuk kemajuan dunia, bukan malah mengambil kesempatan atas kekerasan yang terjadi di berbagai negara demi kepentingan ekonomi politiknya," jelas Jazuli,

Selain itu juga mengapresiasi kerja keras lembaga-lembaga internasional seperti PBB dalam menghentikan kekerasan.

"Tapi kita meminta agar perannya lebih kuat lagi. Karena realitasnya resolusi PBB banyak yang dilanggar negara agresor, bahkan berkali-kali seperti yang dilakukan oleh agresor Israel atas rakyat Palestina," demikian Jazuli. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya