Berita

Foto/Net

Politik

IMM Desak ASEAN Jatuhkan Sanksi Berat Kepada Myanmar

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 05:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) bersama ribuan kader IMM se DKI Jakarta menggelar aksi kemanusiaan untuk etnis Rohingya, Myanmar, di depan kantor Kedubes Myanmar dan Kementrian Luar Negeri RI, di Jakarta, Rabu (6/9).

Ketua DPP IMM Ahmad Fauzi Syahputra menyampaikan pernyataan sikap terkait peristiwa krisis kemanusiaan di Myanmar. Ia mengatakan, Indonesia punya peran strategis dalam menangani krisis yang menimpa etnis Rohingya.

"Sebagai negara yang punya hubungan historis dengan Myanmar, Kami meminta pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam melakukan perundingan internasional atas krisis kemanusiaan Rohingya," kata Fauzi.


Ia meminta lembaga hukum internasional dan komunitas ASEAN untuk menyelesaikan krisi kemanusian etnis Rohingya secara tuntas. Jatuhkan hukum seberat-beratnya kepada pemerintah Myanmar.

"Mendesak PBB untuk menghukum pihak atau oknum pemerintah Myanmar (Aung San Suu Kyi dan Wirathu) atas tindakan kebiadaban sistematis terhadap warga minoritas Rohingya," tegas putra kelahiran Sumut ini.

Fauzi menegaskan, permasalahan genosida etnis Rohingya di Myanmar merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat dunia, karena isu itu adalah persoalan kemanusiaan yang mesti dituntaskan secara bersama.

"Mendesak negara-negara ASEAN termasuk Indonesia untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN, karena kekejaman terhadap etnis Rohingya ini sudah lama terjadi," pungkas mahasiswa hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta ini. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya