Berita

Aung Htoo/Net

Politik

PEMBANTAIAN ROHINGYA

Dubes Myanmar Tidak Bisa Jelaskan Kenapa Anak Kecil Ikut Jadi Korban

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 03:30 WIB | LAPORAN:

. Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Kapitra Ampera mengatakan kasus Rohingya sudah menjadi persoalan internasional.

Dirinya pun sudah menyampaikan hal itu ke Duta besar (Dubes) Myanmar untuk Indonesia, Aung Htoo di kantor kedutaan terkait, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

"(Kasus) ini sudah menjadi probelm internasional. Saya sampaikan ke Dubes (Aung), manusia yang beradab tidak mungkin melakukan hal seperti ini, yang tidak beradab," tuturnya usai pertemuan dengan Aung.


Menurut Kapitra, Dubes Aung dapat memahami apa yang dituntut para pengunjuk rasa. Bahkan, kata Kapitra, Dubes Myanmar menyebut insiden di Myanmar sebagai peperangan.

"Oke, kalau perang kenapa korban anak kecil. Pendeta budis ikut membakar orang dan sebagainya. Tapi, dia tidak bisa menjelaskan," urai Kapitra.

Untuk itu, pihak pengunjuk rasa meminta Dubes dan stafnya angkat kaki dari Indonesia. Pasalnya, Pemerintah Myanmar dianggap abai dan terkesan membiarkan tragedi kemanusiaan di Rohingya terjadi.

"Saya katakan, Anda (Dubes Aung) harus keluar dari sini (Indonesia). Kita tidak mau besahabat dengan negara yang dikelola oleh pemerintah berhati serigala," pungkasnya.

Pertemuan tersebut berlangsung selama lima menit dan dihadiri juga Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Suyudi Ario Seto selaku perwakilan dari kepolisian. Selain Kapitra, tiga perwakilan lainnya dari pengunjuk rasa adalah Slamet Maarif, Dedi Suhardadi dan Mashuri Ibrahim. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya