Berita

Arief Budiman/Net

Politik

Penyelenggara Pemilu Tidak Boleh Berdasarkan Insting

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 02:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelenggarakan kegiatan Workshop Evaluasi Pendidikan Tinggi Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilu, di Kota Batu Malang, Jawa Timur, Selasa lalu (5/9).

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal KPU Lucky Firnandy Majanto dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan workshop ini meliputi beberapa aspek, diantaranya mengevaluasi aspek akademik, mengevaluasi perkembangan studi gelombang I dan II, melakukan sinkronisasi mekanisme rekrutmen dan jadwal tahapan seleksi mahasiswa baru S2, standarisasi mata kuliah disetiap universitas, mengevaluasi proses penyelesaian administrasi agar berjalan dengan baik dan lancar serta instrumen monitoring dan evaluasi.

Workshop yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini dihadiri oleh ketua dan anggota KPU, Wakil Walikota Kota Batu Punjul Santoso, komisioner KPU Kota Batu, penulis modul Tata Kelola Pemilu, dan pejabat eselon II & III Sekretariat Jenderal KPU serta 10 perwakilan dari universitas.


Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kegiatan ini menjadi program penyempurnaan dari workshop pertama yang digelar bulan Juli 2017 lalu di Bali.

"Kita tidak boleh lagi menyelenggarakan pemilu hanya berdasarkan insting, hanya berdasarkan pengalaman, tapi juga harus berdasarkan ilmu, ilmunya itu disediakan oleh sepuluh universitas patner KPU," ungkap Arief seperti dilansir dari laman kpu

Ditambahkannya, peta pelaksanaan pemilu Indonesia perannya semakin penting bagi dunia internasional.

"Harapan saya bagi mahasiswa yang sedang mengikuti studi tata kelola pemilu ini kedepannya punya prespektif yang luas," ujar Arief. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya