Berita

Bendera Myanmar/net

Politik

Kapitra Ampera: Kedubes Myanmar Harus Turunkan Bendera

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 16:40 WIB | LAPORAN:

Empat orang perwakilan dari massa demonstran peduli Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta Pusat diizinkan masuk ke dalam kantor Duta Besar Myanmar.

Mereka diizinkan masuk setelah melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian. Salah satu dari mereka adalah Pembina Presidium Alumni 212, Kapitra Ampera, yang menjadi kuasa hukum kelompok yang menggelar rentetan demonstrasi bela Islam di Jakarta sejak tahun 2016

"Biarkan perwakilan masuk. Buka pagar berduri," ujar salah satu anggota polisi yang berjaga di Jalan Haji Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).


"Kami ingin bertemu Dubes langsung. Kami secara tegas meminta mereka untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan terhadap Muslim di Rohingya. Sampaikan kepada pemerintah mereka," tegas Kapitra.

Pertemuan antara pihak Kedubes dan demonstran juga dihadiri Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto, selaku perwakilan dari kepolisian. Tiga perwakilan lain dari pengunjuk rasa adalah Slamet Maarif, Dedi Suhardadi dan Mashuri Ibrahim.

Dalam pertemuan tersebut, kubu "Aksi 69" meminta Kedubes Myanmar ditutup sementara. Selain itu, meminta staf Kedubes menurunkan bendera Myanmar di kantor mereka.

"Kami minta, pertama, (Kedubes) ini ditutup. Kalau tidak permanen, ditutup sementara. Kedua, bendera (Myanmar) diturunkan. Ketiga, dia harus menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap Rohingya," jelas Kapitra kepada wartawan.

Dalam pantauan redaksi, demonstrasi itu diikuti sekitar 5000 orang dari berbagai organisasi masyarakat. Antara lain, Front Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, Front Mahasiswa Islam, Front Santri Indonesia, Mujahidah Pembela Islam, Forum Umat Islam, Pemuda Pancasila, Forum Betawi Rempug dan banyak lagi. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya