Berita

Arwani Thomafi/Dok

Politik

PPP MPR: Diplomasi Pemerintah RI Ke Myanmar Dan Bangladesh Sarat Spirit Konstitusi

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 11:33 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) MPR RI mengapresiasi diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam merespon krisis kemanusiaan etnis rohingya di Rakhine, Myanmar.

Tawaran formula empat plus satu (4+1) yang diusulkan RI ke pemerintah Myanmar terkait etnis rohingya dipandang moderat dan solutif yang bercirikan Indonesia yakni politik bebas aktif

Formula 4+1 yakni mendorong stabilitas, menghindari kekerasan, memberikan perlindungan kepada semua pihak di Rakhine State, membuka akses untuk bantuan kemanusiaan serta mendorong pemerintah Myanmar menjalankan rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State.


Selain itu, Fraksi PPP MPR RI memandang, upaya RI dengan melakukan diplomasi dengan pemerintah Bangladesh yang bertujuan untuk memaksimalkan penyaluran bantuan terhadap etnis rohingya yang mengungsi di Bangladesh merupakan langkah konkret untuk mengurangi beban para pengungsi.

"Langkah ini melengkapi upaya sebelumnya dengan berkunjung ke Myanmar," kata Ketua Fraksi PPP MPR RI, Arwani Thomafi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (6/9).

Langkah pemerintah RI ini, menurut Arwani, juga mewujudkan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yakni turut serta dalam mewujudkan ketertiban dunia. Di samping itu, formula usulan RI dalam merespons krisis di Rakhine State juga sarat dengan spirit konstitusi khususnya terkait dengan perlindungan HAM seperti yang tercantum di Pasal 28A UUD 1945 tentang setiap orang berhak untuk hidup dan berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.  Hal ini juga sejalan dengan Deklrasi Universal HAM (DUHAM).

"Kami juga mendorong kepada elemen di tanah air untuk fokus dalam pengumpulan bantuan kemanusiaan kepada warga rohingya. Langkah ini akan jauh lebih konkret untuk mengurangi beban yang saat ini dialami oleh warga rohingya," kata anggota Komisi I DPR RI dapil Jateng III itu, menambahkan.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya