Berita

Idrus Marham/Net

Politik

Pemberhentian Ahmad Doli Sudah Prosedural, Bukan Kepentingan Idrus Marham

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 07:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberhentian pimpinan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia sebagai anggota Partai Golkar telah melalui mekanisme kepartaian. Sehingga, dipastikan juga tidak ada kesewenang-wenangan dalam pemecatan itu.

Begitu ditegaskan Wakil Sekjen Partai Golkar Maman Abdurahman dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (6/9).

Maman menjelaskan bahwa Partai Golkar memiliki mekanisme tersendiri dalam menyikapi berbagai bentuk tindakan indisipliner serta pelanggaran. Sementara manuver politik yang dilakukan oleh Ahmad Doli Kurnia masuk dalam kategori tindakan pelanggaran.


"DPP Partai Golkar memandang tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan perlu ditindak tegas demi menjaga marwah dan wibawa Partai Golkar," urainya.

Maman meminta kepada GMPG pimpinan Doli untuk memandang utuh kebijakan ini dan tidak menyudutkan posisi Sekjen Golkar Idrus Marham. Apalagi, kebijakan ini murni berasal darti mekanisme kepartaian yang diputuskan DPP Partai Golkar.

"Jadi pemberhentian ini bukan tindak atas nama pribadi apalagi keinginan Kanda Idrus Marham ataupun kepentingan di dalam Partai Golkar," urainya.

Idrus Marham, sambungnya, merupakan kader Golkar yang tangguh, bertanggung jawab, dan tidak mengenal rasa takut dalam menjalankan tugasnya menjaga dan membesarkan partai. Atas alasan itu, rasa cinta Idrus kepada partai‎ tidak perlu diragukan lagi.

"Salah satu buktinya, beliau tetap memilih menjadi Sekjen Golkar di saat kursi menteri acap kali ditawarkan kepadanya. Ia terpaksa berhadapan dengan masalah Doli karena posisinya sebagai sekjen dan jurubicara partai," tegasnya.

Secara khusus, ia meminta kepada GMPG untuk tidak main klaim sebagai pembaharu di kalangan anak muda yang berjuang untuk kepentingan Partai Golkar. Jangan merasa hanya mereka sendiri yang berjuang dengan idealismenya demi kepentingan Partai Golkar.

"Sebagai kader muda, saya juga merasa berperan dalam perjuangan Partai Golkar. Bahkan tidak sekedar berada di luar, tapi berjuang bersama Partai Golkar demi mewujudkan cita-cita dan tujuan," pungkas Maman.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya