Berita

Politik

Lebih Tegas, Ini 7 Resolusi Buruh Indonesia Untuk Rohingya

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 07:30 WIB | LAPORAN:

Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Pekerja Muslim (GPMI) berencana menggelar aksi solidaritas kemanusiaan di Kedutaan Besar Myanmar, hari ini (Rabu, 6/9) mulai pukul 10.00 WIB.

Dalam aksi nanti sebagaimana rilis yang disebarluaskan melalui Whatsapp Group (WAG), setidaknya ada tujuh resolusi buruh Indonesia yang akan disampaikan GPMII kepada pemerintah Myanmar dan juga pemerintah Indonesia.

Pertama, mengutuk dengan keras pembantaian etnis rohingnya oleh pemerintah dan militer Myanmar.


Kedua, stop pembantaian, diskriminasi dan upaya kekerasan penyelesaian masalah Rohingnya dalam segala bentuknya

Ketiga, pengakuan etnis rohingnya sebagai bagian dari Warga Negara Myanmar

Keempat, tindak tegas dan proses secara hukum bagi penjahat kemanusiaan dalam tragedi rohingnya.

Kelima, kembalikan para manusia perahu dan pencari suaka yang terdampar di berbagai negara dan dijamin kehidupannya tidak ada dialrimibasi dan intimidasi di Rakhine.

Keenam, pemerintah Myanmar harus dan segera membuka akses seluas-luasnya untuk masuknya bantuan kemanusiaan berupa medis, obat-obatan, sandang pangan, air bersih, bantuan pendidikan dari pihak luar.

Dan terakhir, memastikan pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja serta kesejahteraan yang merata di Myanmar tanpa diskriminasi.

GPMI juga meminta peran aktif pemerintah Indonesia agar kejahatan kemanusiaan yang telah membunuh ratusan dan bahkan ribuan orang di Myanmar, dalam tahun terakhir bisa dihentikan. Presiden Jokowi didesak turun langsung dan bersikap tegas dengan terlibat aktif dalam penyelesaian permasalahan di Myanmar.

"Rasa kemanusiaan kaum buruh terpanggil melihat penderitaan yang dialami oleh saudara saudara kita di rohingnya. Atas nama keadilan, buruh juga meminta PBB untuk segera menangkap para penjahat kemanusiaan yang telah membunuh dan membiarkan pembantain etnis rohingnya terjadi," urai Jurubicara Presidium GPMI, Abdul Gofur, lebih lanjut.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya