Tim Pilkada Pusat Partai Hanura menjawab tudingan Aliansi Akar Rumput Partai Hanura (AARPH) atas tuduhan adanya politik uang dalam pemberian rekomendasi dukungan untuk calon kepala daerah Papua.
Wakil Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Hanura Sarbini mengatakan, pihaknya menerbitkan rekomendasi dukungan bagi calon kepala daerah bukan berdasarkan pesanan. Melainkan sesuai penilaian hasil survei mengenai calon pemimpin yang memiliki elektabilitas tinggi di daerah tempatnya mencalonkan diri.
"Berdasarkan hasil survei yang dapat kami percaya. Tidak bisa dipungkiri bahwa elektabilitas petahana lebih tinggi walaupun petahana bukan dari kader Hanura," jelas Sarbini dalam keterangannya, Rabu (6/9).
Menurutnya, kemenangan calon yang diusung Hanura menjadi motivasi para kader dan simpatisan untuk bertarung di Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.
"Karena pilkada dan pileg memiliki rentan waktu yang cukup pendek. Sehingga pilkada menjadi salah satu ukuran semangat mesin partai," ujar Sarbini.
Namun, lanjutnya, sebuah proses politik akan selalu dinamis dan memberi ruang atas segala kemungkinan. Begitu pun terhadap usulan bakal calon kepala daerah yang akan diusung.
Sarbini menjelaskan, aksi protes yang mengatasnamakan AARPH yang sebagian menggunakan seragam Hanura telah diterima untuk audiensi oleh pimpinan pusat. AARPH telah menyampaikan aspirasi dengan bentuk pernyataan serta menyerahkan dokumen-dokumen terkait.
Menurutnya, Tim Pilkada Pusat Hanura dalam mengambil keputusan mempertimbangkan banyak hal. Diantaranya dalam usaha mengakomodir kader untuk prioritas pemberian rekomendasi.
"Bilamana ada kader didalamnya namun ada parameter-parameter lain juga sebagai bahan pengambilan keputusan. Kalaupun ada yang tidak puas dengan keputusan tersebut kami memaklumi," kata Sarbini.
Dia menambahkan, ke depan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para kader yang berkepentingan. Serta selalu menawarkan solusi agar tidak terjadi kebuntuan.
"Terus terang kami tidak ingin dalam pengambilan keputusan didasari oleh tekanan, karena itu menjadi kurang baik," demikian Sarbini.
Sejumlah massa dari Aliansi Akar Rumput Partai Hanura (AARPH) melakukan unjuk rasa di depan Gedung City Tower, Jakarta pada Senin lalu (4/9). Mereka menuding ketua Tim Pilkada DPP Hanura terlibat politik uang dalam memberikan rekomendasi calon bupati Jhon Richard Banua yang merupakan ketua DPC Partai Demokrat Jaya Wijaya di Pilkada Jaya Wijaya 2018.
AARPH mempertanyakan rekomendasi dukungan DPP Hanura justru diberikan kepada calon bupati yang bukan kader partai. Padahal, terdapat calon bupati dari kader Hanura yang telah mendapatkan rekomendasi partai di tingkat DPC.
[wah]