Berita

Yandri Susanto/Net

Tragedi Kemanusiaan Di Rohingya Tidak Pancasilais

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 23:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota MPR RI Yandri Susanto menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan yang menimpa kaum minoritas Islam di Rohingya, Myanmar, memprihatinkan. Hal ini bertentangan dengan sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Yang terjadi di Rohingya apakah beradab? Itu tidak Pancasilais. Kalau di Indonesia ada yang menistakan dan menghina kemanusiaan, itu tidak Pancasilais," kata Yandri dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Hotel Ratu, Serang, Banten, Selasa (5/9).

Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) merupakan kerjasama antara MPR dan Warung Nusantara (WN) 88 Unit 5 Divisi Humas Mabes Polri.


Dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu Yandri sempat mengajukan interupsi untuk meminta perhatian pada tragedi kemanusiaan di Myanmar.

"Saya melakukan interupsi untuk meminta pemerintah melakukan langkah nyata untuk kemanusiaan di Rohingya," katanya.

Menurut Yandri, apa yang terjadi di Myamnar adalah biadab. Kekejaman dilakukan terhadap orang tua, wanita bahkan anak-anak. Rumah-rumah penduduk dibakar.

"Itu kelakuan biadab, memilukan dan menyedihkan. Penistaan yang luar biasa," ucap anggota Fraksi PAN itu.

Yandri meminta kewaspadaan agar jangan sampai tragedi kemanusiaan di Rohingya terjadi di Indonesia. Sebab, nilai-nilai Pancasila sekarang ini mulai tergerus.

"Nilai-nilai Pancasila tergerus karena masuknya pengaruh dari luar. Selain itu kita juga mulai tidak peduli dengan Pancasila. Ini sudah menjadi lampu kuning. Kalau Pancasila sampai hilang bisa berbahaya untuk kelangsungan Indonesia," paparnya.

Yandri berharap kepada peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR untuk menjaga, merawat, dan memelihara Pancasila.

"Tugas kita semua menjaga Empat Pilar. Kalau kita bisa menjaga Empat Pilar, Indonesia akan tetap jaya," imbuhnya.

Menjaga Empat Pilar, lanjut Yandri, bukan cuma tugas MPR tapi tugas semua elemen masyarakat termasuk Ormas.

"Kalau hanya anggota MPR saja yang melakukan Sosialisasi Empay Pilar tidak akan mampu, tetapi harus melibatkan semua pihak," ucapnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya