Berita

Politik

Pemerintah Belum Punya Strategi Pengelolaan Utang

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 12:50 WIB | LAPORAN:

Komisi XI DPR RI menilai pemerintah belum memiliki strategi pengelolaan utang luar negeri.

"Saya belum melihat strategi pengelolaan utang. Menurut saya ini bukan strategi utang tapi strategi mengelola APBN," kata anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun dalam keterangannya, Selasa (5/9).

Menurutnya, pemerintah tidak bisa membandingkan utang negara Indonesia dengan Jepang atau negara maju lain, sebab masih ada resiko sangat besar walaupun porsi SUN dimiliki oleh 62 persen investor dalam negeri. Pembandingan utang yang digunakan oleh Kementerian Keuangan hanya dengan negara-negara G20.


"Kenapa parameternya hanya PDB semata, aset negara, cadangan devisa dengan negara-negara tersebut, padahal sangat berbeda. Jepang dan Amerika tidak berbicara lagi mengenai PDB tapi Gross National Product (GNP). Barulah kita berbicara mengenai quality pembangunan ekonomi. Jadi pembandingannya tidak sesuai," jelas Misbakhun.

Politisi Partai Golkar itu juga mewanti-wanti agar di sisa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo lebih hati-hati dan produktif dalam mengelola utang negara.  
 
Komisi XI sendiri menggelar rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait evaluasi pengelolaan utang negara pada Senin (4/9). Utang pemerintah tercatat sebesar Rp 3.706,52 triliun per akhir Juni 2017 atau meningkat Rp 34,9 triliun dari bulan sebelumnya. 

Jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam APBN-Perubahan 2017 sebesar Rp 3.717 triliun, rasio utang hingga Juni 2017 sebesar 27,02 persen dari PDB. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini rasio utang sebesar 28,1 persen terhadap PDB. Batas aman utang pemerintah yang diatur UU 17/2003 tentang Keuangan Negara adalah sebesar 60 persen dari PDB. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya