Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi: Tahun Depan Lebih Kenceng

Bicara Pilpres Didepan Relawan
SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 11:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi menyadari, jelang Pilpres 2019 tensi politik akan semakin panas. Karena itu Presiden minta para relawannya berhati-hati saat berkampanye di medsos. Soalnya, fitnah dan berita hoax akan semakin kencang.

Imbauannya ini diutarakan saat menghadiri Rakernas III Pro Jokowi (Projo), organisasi relawan Jokowi di Britama Arena Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin. Jokowi yang mengenakan batik tiba di lokasi jelang pukul 7 malam, disambut tarian adat Pakpak Diary dari Sumatera Utara. Tampak Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan para pengurus Projo mendampingi Jokowi memasuki ruangan acara.

Di aula tersebut hadir ribuan relawan dari Sabang sampai Merauke. Mereka yang hadir langsung bersorak ketika Jokowi tiba di lokasi. Nama Jokowi dielu-elukan. Berebutan untuk bersalaman atau mengajak foto bareng. "Hidup Pak Jokowi, Pak Jokowi," pekik para relawan, mengiring langkah Jokowi.


Jokowi pun menyambut yel-yel tersebut dengan menyalami para relawan yang duduk di barisan depan. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan banyak hal. Mulai dari prestasi pemerintah hingga menyinggung Pilpres 2019.

Jokowi mengaku senang karena bisa bertemu relawan Projo yang hadir dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Menurut dia, relawan Projo adalah yang paling menonjol ketika ia berkunjung ke daerah-daerah. "Militan itu penting, bukan jumlahnya tapi militansinya. Yang perlu itu militan, enggak lari, tapi berani berhadapan dengan siapapun," kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Soal Pilpres, Jokowi bercerita September tahun depan akan dimulai Pilpres, yaitu dengan penetapan capres dan cawapres. Tentu saja, di tahun politik tersebut tensi politik akan makin tinggi. "Kalau sudah masuk tahun politik, ramainya makin kencang. Sahut menyahutnya makin kencang," ujarnya.

Meski begitu, Jokowi menegaskan kabinetnya harus tetap fokus bekerja untuk rakyat. Jangan sampai kerja yang dilakukan diikuti dengan program kampanye. "Saya urusi kerja saja yang benar. Karena masih banyak hal-hal yang belum terselesaikan, salah satunya pembangunan infrastruktur," kata Jokowi.

Namun, Jokowi mengingatkan para relawan agar tak kampanye menggunakan cara-cara kelompok Saracen, yang menyebarkan hoaks, ujaran kebencian serta isu suku, agama, ras dan antar-golongan. "Jangan ikut-ikutan Saracen. Kalau main media sosial yang santun, sopan," kata Jokowi.

"Jangan sampai ada yang coba-coba memecah belah, mengadu domba. Yang Saracen-Saracenan itu harus dilawan kayak begitu, itu memecah belah sangat berbahaya bagi kita," kata Jokowi.

Jokowi mengaku sudah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan Saracen, termasuk pemesan jasanya. "Sekarang kalau enggak tegas, diremehkan kita nanti. Bener enggak? Ya termasuk ormas-ormas. Kalau jelas anti-Pancasila dan tidak cinta NKRI," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan sejumlah keberhasilan pemerintah. Misalnya pemerintah berhasil mencapai kesepakatan divestasi saham sebesar 51 persen PT Freeport Indonesia. Dia mengakui perundingan dengan manajemen PT Freeport berlangsung alot. Bahkan, kata Jokowi, negosiasi telah dilakukan selama 2,5 tahun lalu.

Sementara, Ketua Umum Projo Budi Arie mengatakan Projo dalah rumah besar pendukung militan Jokowi. Dalam rakernas ini, para relawan ingin memastikan kemenangan Jokowi di Pemilu Presiden 2019 mendatang. Para relawan ingin Jokowi melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode.

Keinginan untuk memberikan dukungan ini karena pemerintahan Jokowi dinilai telah melakukan banyak perubahan. Budi sangat berharap masyarakat bisa kembali memilih dan memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019. Projo ingin memastikan kepemimpinan dan pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang berhasil hingga 2024.

Ketua Rakernas III Projo, Handoko mengatakan, peserta Rakernas ini adalah relawan Jokowi yang datang dari Sabang hingga Merauke. "Ada lebih dari 2000 utusan dari 34 Provinsi dan 501 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia akan hadir," kata Handoko. Dia bilang, panitia hanya menyediakan akomodasi selama di Jakarta. Pembiayaan acara dilakunkan secara gotong royong. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya