Berita

Tjahjo Kumolo dan Soemarsono/Net

Politik

Anggaran Menurun, Kemendagri Jamin Kinerja Tetap Dipertajam

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 10:05 WIB | LAPORAN:

Anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam RAPBN 2018 berkurang sebesar Rp 200 miliar menjadi Rp 3,1 triliun.

Komisi II DPR berharap penurunan anggaran tidak mempengaruhi performa kementerian yang dipimpin oleh Tjahjo Kumolo tersebut dalam menjalankan fungsi dan program masing-masing pada eselon I tahun depan.

"Komisi II DPR RI meminta agar anggaran yang ada pada Kementerian Dalam Negeri walau terjadi penurunan, tetap dilakukan efektivitas dan penggunaan yang baik terhadap alokasi anggaran unit organisasi fungsi dan program masing-masing pada eselon I dalam RAPBN 2018," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Sekretaris Jenderal Kemendagri  Hadi Prabowo di Hotel Novotel, Bogor, Jawa Barat, kemarin.


Lukman juga menyoroti berbagai hal seperti bantuan dana partai politik, pengembangan kapasitas aparat desa hingga pembinaan ideologi Pancasila.

Dalam rapat tersebut, Komisi II juga meminta Kemendagri melakukan prioritas dan penajaman program baik dari sisi tupoksi maupun anggaran di tahun 2018 yang merupakan tahun politik, akan dilaksanakan Pilkada serentak, tahapan Pilpres. Kemendagri harus benar-benar menjadi poros pemerintahan.

Plt Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo menyebut dibandingkan APBN 2017, RAPBN 2018 mengalami penurunan 5,66 persen. Padahal APBNP 2017 juga turun 3,62 persen. Meski menurun, ada beberapa komponen Kemendagri yang mengalami kenaikan anggaran.

"Untuk 2018, masing-masing komponen ada peningkatan dan penurunan, ini dimaksud dalam rangka penajaman dan pencapaian di Kemendagri," katanya.

Ia meyakinkan meski anggaran turun, Kemendagri tetap mempertajam kinerjanya.

"Tahun anggaran 2018 ini adalah APBN terakhir pemerintahan sekarang yang akan dipertanggungjawabkan secara real. Karena itu, harapan kita bersama, harus lebih cermat dan pertajam lagi apa yang menjadi visi misi Kemendagri," tambah Hadi.

Rapat dengar pendapat tersebut dimulai pukul 21.00 WIB dan dihadiri pula antara lain Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo; Dirjen Pemdes, Nata Irawan; Kaban BPSDM, Teguh; Irjen Kemendagri, Sriwahyuni Ningsih; serta pejabat eselon II di antaranya Karoren Hardi Daud, Sesditjen Polpum Didi Sudiana, dan Dir Poldagri DR Bahtiar.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya