Berita

Net

Politik

Kenaikan Anggaran Kunker Luar Negeri Harus Dikaji Ulang

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 09:45 WIB | LAPORAN:

Usulan kenaikan anggaran kunjungan kerja DPR ke luar negeri dalam Rancangan APBN 2018 menimbulkan pro kontra di tengah publik.

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sendiri mengusulkan agar kenaikan anggaran sebesar Rp 141,8 miliar perlu dikaji ulang.

"Jika dikaitkan dengan fungsi DPR perlu dikaji lagi secara serius, apa perlu kenaikan setajam itu," ujar Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/9).


Dia memastikan, kenaikan itu cukup drastis dibandingkan sebelumnya. Kondisi perekonomian nasional saat ini sedang memprihatinkan maka sebaiknya rencana tersebut dipertimbangkan lebih matang. Selain itu, kenaikan anggaran kunker yang diusulkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) itu sebaiknya diselaraskan dengan fungsi-fungsi kedewanan.

"Jangan sampai mengecewakan masyarakat yang diwakili," kata Yandri.

Saat ini terdapat dua fungsi kunker DPR ke luar negeri. Fungsi diplomasi parlemen digunakan DPR untuk bertemu dengan parlemen negara lain membahas kerja sama, serta fungsi legislasi untuk studi banding memperkaya substansi legislasi.

"Dua-duanya bisa maksimal kalau negara yang dituju memang ada kaitannya dengan kedua fungsi itu," tegas Yandri yang juga anggota Komisi II.

DPR mengajukan kenaikan anggaran kunker ke luar negeri menjadi Rp 343,5 miliar untuk tahun 2018. Angka itu naik sebesar Rp 141,8 miliar dari tahun 2017 yang bernilai Rp 201,7 miliar. Untuk anggaran tahun 2018, DPR mengusulkan kenaikan menjadi Rp 5,7 triliun dari tahun ini sebesar Rp 4,7 tiriliun sesuai APBN-Perubahan. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya