Berita

Aris Budiman/Net

Hukum

Penyidik Internal KPK Klarifikasi Tiga Hal Kepada Aris Budiman

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 03:17 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih lakukan pemeriksaan internal terhadap Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Aris Budiman.

Meski enggan menyampaikan secara rinci materi pemeriksaan, Jurubicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan setidaknya ada tiga hal yang dikonfirmasi penyidik internal KPK kepada Arif.

"Apa saja materi pemeriksaan atau klarifikasi internal tentu saat ini belum bisa kami buka secara rinci. Tapi yang pasti memang ada beberapa pemeriksaan internal yang berjalan," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (4/9).


Febri menyampaikan, hal pertama yang dikonfirmasi merupakan terkait surat elektronik (surel) yang pernah dikirimkan penyidik senior KPK Novel Baswedan kepada Arif. Surel tersebut terkait keberatan Novel atas mekanisme pengangkatan penyidik dari Kepolisian RI yang dianggap tidak sesuai dengan aturan internal KPK.

"Kedua, terkait persidangan dengan terdakwa Miryam S Haryani. Dan yang ketiga terkait RDP di Pansus DPR," imbuhnya.

(Baca: Pimpinan KPK Sudah Terima Rekomendasi Sidang Aris Budiman)

Sebelumnya, Aris meminta pimpinan KPK melakukan pemeriksaan internal kepada dirinya untuk membuktikan kesaksiaan Miryam yang menyebutkan ada pegawai KPK setingkat Direktur Penyidikan yang menemui anggota DPR.

"Jadi ada setidaknya tiga proses pemeriksaan internal yang saat ini harus kami lakukan dengan sangat hati-hati menyangkut fakta dan analisisnya. Dan yang paling penting adalah terkait kepentingan institusi KPK," pungkas Febri. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya