Berita

Muhammad Romahurmuziy/Net

Politik

PPP Puji Pemerintahan Jokowi Yang Dengan Mudah Berdiplomasi Dengan Myanmar

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 01:30 WIB | LAPORAN:

. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengapresiasi Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dengan mudah mampu masuk ke wilayah diplomatis Rohingya, Myanmar.

Menurutnya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentu bukan hal mudah untuk sampai di sana. Apalagi negara muslim lain seperti Turki yang selama ini sangat mengecam aksi militer Pemerintah Myanmar seperti yang dilakukan Pemerintah Indonesia tak memiliki aspek diplomatik di Rohingya.

"Itu tidak mudah," tegas Romi sapaan akrab Muhammad Romahurmuziy disela-sela kunjungan kerja di Gorontalo, Senin (4/9).


Untuk itu, Romi menghimbau agar sikap seperti Pemerintah Indonesia sekarang ini harus bisa terus dipertahankan. Diharapkannya, Pemerintah Indonesia juga bisa membuka pintu bagi negara muslim lainnya untuk bisa melakukan hubungan diplomatis seperti yang dilakukan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Menlu Retno merupakan pihak yang terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak Myanmar. Tidak tanggung-tanggung, advisor Menlu Retno adalah mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan.

Menurut Romi, berdasarkan temuan dari tim pencari fakta PBB, Pemerintah Myanmar telah membiarkan terjadinya genocide terhadap etnis Rohingya yang telah berlangsung puluhan tahun. Dia pun mengecam keras tindakan Pemerintah Myanmar itu.

"Ini satu hal yang tentu kami kutuk sebagai sebuah tindakan yang anti kemanusiaan dan anti perdamaian," sesalnya.

Lebih lanjut Romi menegaskan bahwa PPP mengusulkan agar Indonesia bisa memprakarsai usulan kepada Dewan Keamanan PBB untuk menempatkan tentara penjaga perdamaian di Rakhine State, Myanmar.

"Jadi pemerintah sebaiknya segera menyampaikan perlunya penempatan tentara perdamaian di Rakhine State, karena kejadian yang berlangsung dua pekan terakhir ini bukan baru-baru ini saja, tapi sudah berlangsung dalam kurun waktu puluhan tahun sejak tahun 1962," harap Romi.

Selanjutnya, Romi pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak berlaku seperti Myanmar yang membawa kebencian sektarian.

"Karena apa yang terjadi di Myanmar sana dalam bentuk kebencian sektarian, sama sekali tidak ada hubungannya dengan sentimen sektarian yang ada di Indonesia," pungkas anggota DPR ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya