Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Aksi Bawa Koper Masinton Ternyata Tidak Diketahui KPK

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 00:55 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua Pansus Angket KPK-DPR Masinton Pasaribu melakukan aksi bawa koper ke gedung KPK, Jakarta, Senin siang (4/9). Tindakan itu sekaligus menantang pimpinan KPK khususnya Ketua KPK Agus Rahardjo untuk memberinya rompi oren KPK, baju tersangka.

Dikonfirmasi, Jurubicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa kedatangan Masinton ke gedung KPK justru tidak diketahui.

"Saya tadi belum dapat informasi terkait kedatangan Masinton. Apakah datang itu menemui pihak-pihak tertentu. Karena di registrasi tadi saya belum mendapat informasi lebih lanjut," kata Febri kepada wartawan.


Ia menjelaskan, seyogyanya tamu yang hadir ke KPK harus melakukan registrasi di meja resepsionis. Namun, menurut Febri nama Masinton tidak ada dalam daftar registrasi resepsionis.

"Karena banyak tamu yang datang. Namun kalau ada tamu yang datang lalu terdaftar dalam registrasi pasti akan kita terima," tegasnya.

Siang tadi, sekitar satu jam Masinton duduk di sekitar halaman depan gedung KPK. Sambil membawa koper hitam berisikan pakaian, ia menyatakan menantang Ketua KPK Agus Rahardjo turun menemuinya dan menyematkan rompi oren.

Aksi tersebut ditunjukan Masinton sebagai tanggapan dari pernyataan Agus yang ingin mengenakan pasal tindak pidana korupsi berupa menghalangi proses penyidikan (obstruction of justice) kepada Pansus DPR, jika dalam putusan MK keabsahan hukum pansus tidak terbukti.

Politisi PDIP itu juga menyatakan siap ditahan oleh KPK jika terbukti melakukan proses perintangan penyidikan. Selama di KPK, Masinton enggan masuk ke dalam lobi. Ia hanya duduk di halaman depan.

Menurut politisi PDIP itu, pimpinan KPK tidak mungkin tidak mengetahui kehadirannya, meski ia tidak melakukan registrasi di meja resepsionis.

"Ini kan ada CCTV, masa dia (pimpinan KPK) nggak tahu. Pegawainya pasti lapor lah. Masak nggak lapor. Katanya sistem di KPK ini canggih," ujar Masinton. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya