Berita

Net

Politik

Golkar Ingatkan Menteri Dari Parpol Tetap Fokus Kerja

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 22:42 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar mengingatkan menteri-menteri yang berasal dari partai politik tetap berkonsentrasi penuh tugasnya di Kabinet Kerja. Meskipun tahun politik 2018-2019 sudah di depan mata.

"Jadi, walau dekat tahun politik yakni pilkada, pileg dan pilpres, diharapkan menteri tidak kendor kerjanya. Tapi justru semakin meningkat," kata Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Senin, 4/9).  

Hal itu disampaikan Agung menanggapi data Pokja Perancangan Formulasi Perda Nasional (Pujakesuma) yang menyebut Kabinet Kerja di beberapa kementerian dan sektor terjadi penurunan produktifitas.


Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian parpol-parpol pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sehingga jangan membagi perhatian antara pekerjaan dengan kepentingan partai.

"Kalau sudah menjadi menteri tentu menomorsatukan pekerjaannya sebagai pejabat negara ketimbang parpol," kata Agung mengingatkan.

Dia pun tidak menampik jika menjelang tahun politik menjadi momentum tepat bagi Jokowi melakukan evaluasi mendalam sebelum menyusun ulang komposisi kabinet.

"Tanpa menyebutkan siapa ada sejumlah menteri yang stabil atau yang mengalami yang menurun kinerjanya. Ini adalah momen yang tepat untuk meningkatkan produktifitasnya dengan reshuffle dengan menempatkan menteri yang profesional mumpuni," jelas Agung.

Baginya, menteri dari parpol maupun tidak bukanlah masalah selama dalam rangka meningkatkan kinerja. Dan semua berpulang pada keputusan Presiden Jokowi.
 
"Kalau memang harus reshuffle maka harus memilih orang yang profesional, baik dari parpol atau non parpol," tegas mantan menteri koordinator kesejahteraan rakyat tersebut. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya