Berita

RMOL

Politik

Bukti Migrasi KTP Dukungan Pasangan Budiman Ditemukan Di Tiga Desa

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 21:41 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Buton Selatan bisa sedikit gembira. Tanda tanya keberadaan dukungan KTP untuk pasangan La Ode Budi-Abdul Manan (Budiman) berpindah ke pasangan Agus Salim-La Ode Agus (AA) pada Pilkada Busel 2017 lalu sudah mulai terungkap.

Novum fakta pada sidang Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) dibawa Budiman ke Bawaslu RI. Yaitu, dari lima bakal calon yang mendaftar di KPU Busel, tiga diantaranya tidak diperlakukan dengan benar. Putusan sidang DKPP pada 8 Juni lalu menyatakan bahwa pasangan Budiman seharusnya diberikan kesempatan perbaikan, sedangkan dua bakal calon lainnya harus gugur.

Dalam sidang DKPP tanggal 31 Mei, Ketua KPU Busel La Ode Masrizal Masud mengakui bahwa pasangan Budiman sudah memenuhi syarat dengan dukungan yang didapat berlebih 319 KTP dari syarat 5.834 KTP. Formulir B2.KWK dukungan untuk Budiman sebanyak 6.153 KTP).


Pasangan AA harusnya tidak lolos karena KTP dukungan tidak cukup. KPU Busel sendiri mengumumkan hampir 50 persen KTP mereka ditolak masyarakat. Tapi tiba-tiba AA lolos menjadi calon tanpa ada informasi apapun kepada masyarakat atau penjelasan KPU Busel secara terbuka.

Sedangkan pasangan Agus Feisal-La Ode Arusani (Agusani) juga harusnya gugur karena ijazah La Ode Arusani di SMPN Banti, Tembagapura hanya fotocopy dan tidak ada surat pernyataan sekolah sebagai pengganti ijazah. Selain juga ijazah tidak diverifikasi oleh KPU Busel sebagaimana pengakuan ketua KPU Busel di sidang DKPP.

Menurut La Ode Budi, Bawaslu Sultra memeriksa sampel formulir B1.KWK Budiman dan AA di tiga desa di Pulau Siompu. Dan ditemukan kesamaan KTP dukungan untuk Budiman dan AA yaitu 112 KTP di Desa Molona, 94 KTP di Katampe dan 49 KTP di Lamaninggara.

Total KTP pendukung yang sama pada tiga desa itu adalah 225 KTP. Terdapat didalamnya, istri, anak, bibi, keponakan, paman, keluarga besar Abdul Manan dan tim sukses Budiman bersama keluarganya. Bawaslu Sultra juga telah menerima dari 255 pemilik KTP, sebanyak 53 warga sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka hanya memberikan KTP dukungan kepada Budiman, dan tidak pernah memberikan KTP kepada pasangan AA maupun tim suksesnya.

"Ini hasil penelitian di tiga desa. Bagaimana kalau ditambah hasil penelitian di desa-desa lainnya. Ada aduan dari hampir semua kecamatan yang diwakili oleh sekitar 400 surat pernyataan dari masyarakat yang juga sudah kita serahkan kepada Bawaslu provinsi," jelas La Ode Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/9).

Hasil penelitian Bawaslu Sultra tersebut telah disampaikan kepada Bawaslu RI pada 11 Agustus 2017, ditandatangani Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu.

Diceritakan La Ode Budi, pengumpulan KTP dukungan Budiman di Pulau Siompu dilaksanakan secara adat, dipimpin Parabela Lalole Haji Bala. Dihadiri juga oleh Bonto Siompu dan Kapitalao dari Lembaga Adat Kesultanan Buton. Namun, tiba-tiba KTP yang terkumpul secara kolektif itu diverifikasi oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk pasangan AA.

"AA tidak pernah hadir di sini dan juga tidak ada timnya. Abdul Manan maju, tapi istri, anak dan keluarga besarnya malah dukung AA, kan tidak masuk akal. Hasil penelitian Bawaslu Sultra ini jawabannya," jelasnya.

La Ode Budi menyampaikan terima kasih atas hasil penelitian Bawaslu Sultra tersebut.

"Penelitian Bawaslu Sultra by name by address, jadi tiap KTP diteliti satu-satu. Fakta ini, pahit memang bagi Pemilukada Busel tapi kebenaran harus dibuka dan keadilan harus ditegakkan," demikian La Ode Budi. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya