Berita

Menaker Se-ASEAN Sepakati Pentingnya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 19:14 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri-menteri Tenaga Kerja di Kawasan ASEAN sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai  bagian integral dan penting dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Pertumbuhan Ekonomi yang berkelanjutan.

Demikian disampaikan Menaker M Hanif Dhakiri, disela pertemuan menteri-menteri tenaga kerja ASEAN Ke-21, Senin (4/9)


"Semua negara anggota ASEAN berkomitmen mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pekerjaan yang layak bagi semua orang," kata Menaker.

Untuk mencapainya, kata Menaker  perlu ditekankan oleh negara-negara ASEAN peningkatan implementasi K3 di kawasan ASEAN itu sendiri. Dengan mempercepat pengembangan K3 dan meningkatkan standar, kinerja dan kemampuan ASEAN melalui langkah-langkah untuk mengatasi risiko dan bahaya yang muncul di lingkungan bisnis dan teknologi baru yang berkembang.

"Berbagai kemajuan yang dicapai melalui kerja sama dan inisiatif internasional dan nasional akan terus didorong untuk meningkatkan implementasi K3 di Negara-negara ASEAN," kata Menaker.

Penandatanganan kesepakatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilaksanakan di forum ASEAN Labour Ministers Meeting on Occupational Safety and Health at the XXI World Congress On Safety and Health at Work 2017 atau Pertemuan Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN  dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Ke-21 yang diadakan di Singapura pada, Minggu (3/9) petang waktu Singapura.

Adapun isi lengkap kesepakatan:
  1. Meningkatkan standar K3 sesuai dengan perkembangan ekonomi, sosial, dan kultur;
  2. Meningkatkan kemampuan dan kapasitas pemeriksaan/pengawas K3;
  3. Meningkatkan kemampuan manajemen risiko di ASEAN yang memberikan fondasi untuk memperbaiki standar K3;
  4. Meningkatkan pengumpulan data K3 melalui perbaikan pencapaian kinerja  (scorecard) ASEAN-OSHNET;
  5. Mempromosikan (meningkatkan)  berbagi pengalaman, praktik terbaik dan pengetahuan  K3 melalui konferensi, workshop, dan lokakarya,  baik pada tingkat ASEAN-OSHNET maupun internasional;
  6. Meningkatkan kemampuan K3 sektor swasta, dengan mematuhi kerangka akreditasi keselamatan bagi perusahaan dan memperluas kategori penghargaan ASEAN-OSHNET;
  7. Mendorong partisipasi organisasi pengusaha dan organisasi pekerja;
  8. Meningkatkan produktivitas secara efisien dengan menggunakan teknologi terbaru di tempat kerja yang mengurangi bahaya di tempat kerja;
  9. Mengurangi biaya sosial untuk cedera dan penyakit dengan memperbaiki kinerja K3 di lingkungan kerja.
  10. Meningkatkan kerja sama dengan mitra utama, seperti International Labour Organization dan Plus Three Countries. [wid]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya