Berita

Masinton Pasaribu

Hukum

Duduki KPK Hampir Satu Jam, Masinton Kesal Dicuekin

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 16:12 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Panitia Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi di DPR RI (Pansus KPK), Masinton Pasaribu, semakin geram dengan sikap pimpinan KPK. Khususnya, karena tantangan untuk memenjarakan dirinya tidak ditanggapi.

Siang tadi, dengan membawa koper, Masinton mendatangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Maksudnya, ia menantang Ketua KPK, Agus Rahardjo, menjebloskannya ke ruang tahanan KPK.

Itu Masinton lakukan untuk merespons pernyataan Agus Rahardjo yang menyebut Pansus KPK di DPR RI adalah ilegal dan menghambat penanganan kasus korupsi. Karenanya Pansus KPK dapat dijatuhi pasal obstruction of justice.


"Saya sudah tunggu satu jam lebih, rompi oranye KPK tidak turun-turun. Maka saya menyayangkan sikap dari Ketua KPK yang mengancam-mengancam. DPR bekerja melalui Pansus Hak Angket DPR RI untuk KPK," kata Masinton kepada wartawan di lobi Gedung KPK Jakarta, Senin (4/9).

Beberapa hari lalu, Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyampaikan bahwa jajarannya masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait uji keabsahan hukum terhadap Pansus KPK.

Jika MK memutuskan bahwa Pansus KPK bertentangan dengan UU, maka KPK akan melayangkan pasal obstruction of justice terhadap Pansus.

Masinton membantahnya. Menurutnya, Agus tidak memiliki kewenangan itu. Ia menegaskan bahwa Pansus KPK telah bekerja sesuai konstitusi.

Politisi PDI Perjuangan itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 11.31 WIB sambil menjinjing sebuah koper berisi pakaian. Tak sampai satu jam, sekitar pukul 12.25 WIB, Masinton meninggalkan Gedung KPK.

Selama menunggu, Masinton enggan masuk ke Gedung KPK. Ia hanya duduk di sekitar halaman depan gedung. Saat dikonfirmasi wartawan, Masinton menyampaikan bahwa dirinya juga tidak memberitahu pimpinan KPK. Namun, ia berkeyakinan pimpinan KPK mengetahui kehadirannya.

"Ini ada CCTV, masa dia (pimpinan) enggak tahu. Pegawainya pasti lapor. Katanya sistem di KPK ini canggih. Ya kan? Kita percaya dengan sistem di KPK canggih," ujarnya.

"Saya enggak ada keperluan bertemu ketua KPK. Saya mau membuktikan omongannya, gertakannya. Katanya KPK akan menerapkan pasal obstruction of justice, menghalangi penyidikan terhadap Pansus Angket, saya buktikan, saya datang kemari," pungkasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya