Berita

Masinton Pasaribu/RMOL

Politik

Bawa Koper, Masinton Tantang Dikasih Rompi Oranye Sama Pimpinan KPK

SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 13:20 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Pansus DPR untuk KPK, Masinton Pasaribu terlihat di gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/9).

Ia mengenakan kemeja batik merah tiba di markas antirasuah pukul 11.25 WIB sambil membawa koper hitam.

Saat ditanya wartawan, Masinton mengatakan ingin bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo. Ia ingin menanyakan langsung pernyataan Agus tentang pengenaan pasal Obstructions of Justice atau menghalangi proses penyidikan kepada Pansus.


"Maka saya datang kemari, saya ingin uji bahwa kerja kami selama ini tidak pernah melakukan, mencampur-campuri, atau mengintervensi, ataupun menghalang-halangii proses peyidikan perkara di KPK. Sejak awal kami tegaskan seperti itu," kata Masinton kepada wartawan.

Beberapa hari lalu, Agus menyampaikan bahwa pimpinan KPK masih menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji keabsahan hukum terhadap Pansus DPR untuk KPK. Jika MK memutuskan bahwa pansus tersebut melawan UU, maka KPK akan melayangkan pasal Obstructions of Justice terhadap Masinton dkk.

Masinton berpendapat, Agus tidak berwenang menyampaikan hal itu.

"Bukan kewenangan Saudara Agus untuk menafsirkan konstitusi. Pansus angket itu bekerja secara konstitusional. Berdasarkan UUD dan diatur perundang-undangan. Tidak boleh menafsirkan sembarangan, siapa pun dia," tegasnya.

Ia menyatakan diri siap ditahan KPK jika terbukti melakukan tindakan menghalang-halangi proses penyidikan. Bahkan anggota Komisi III DPR itu telah menyiapkan pakaian dalam koper yang dibawanya.

"Bawa koper. Sudah siap, mau minta rompi. Sudah siap inap kalau ditangkap," cetusnya.

Ia menantang pimpinan KPK untuk turun menemuinya dan memberikan rompi oranye kepadanya. Sambil menunggu pimpinan KPK, Masinton duduk di pelataran lobi gedung KPK bersama awak media.

"Saya minta Saudara Agus turun kemari (lobi gedung KPK) bawa rompi KPK agar kita gelar keadilan ini secara terbuka," tantang politisi PDI Perjuangan itu.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya