Berita

Zainal Bintang/Net

Bisnis

Kadin Bakal Advokasi UMKM Korban Kartel

Kerja Sama Dengan KPPU
SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kamar Dagang Dan Industri Paradigma Baru (Kadin PB) dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KKPU) men­jalin kerja sama strategis untuk memerangi praktik kartel.

Wakil Ketua Umum Kadin PB Zainal Bintang mengungkapkan, kesepakatan membangun kerja sama tersebut terjalin setelah pihaknya berdiskusi panjang lebar dengan Komisioner KPPU belum lama ini.

"Iklim bisnis saat ini berjalan tidak sehat dan meresahkan. Kami membangun kerja sama dengan KPPU bertujuan untuk mendukung pemberantasan monopoli, kartel dan oligarki dunia usaha," ungkap Zainal ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.


Zainal mengatakan, ketidaka­dilan ekonomi sudah terjadi belasan tahun. Hal ini terjadi karena praktik kartel tidak tersentuh. Akibatnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak berkembang. Bahkan cenderung terpuruk dan hanya menjadi pelengkap penderitaan. Mau tidak mau, menurutnya, praktik kartel harus dilawan.

Saat ditanya soal implemen­tasi kerja sama, Zainal menerangkan, antara pihaknya dengan KPPU memiliki kewenangan masing-masing. Kadin PB sebagai organisasi pelaku usaha akan memberikan ad­vokasi dan perlindungan hukum terhadap anggotanya, terutama UMKM dari praktik kartel. Se­dangkan KPPU, sesuai fungsi dan tugasnya memiliki kewenangan menindak, menangkap dan mengadili pelaku kartel.

Selain dengan KPPU, Zainal mengaku, pihaknya telah men­jalin kerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di dalam memajukan perekono­mian daerah yang di dalamnya juga berisi komitmen untuk mendukung pengusaha kecil dan menengah.

Saat disinggung soal masalah dualisme kepengurusan Kadin, Zainal mengatakan, tidak ada.

Menurutnya, Kadin PB berbeda dengan Kadin di bawah kepengurusan Rosan Roe­slani. Masing-masing memi­liki pengurus dan program kerja sendiri. Secara hukum dua-duanya saat ini. Sebagai organisasi keduanya bisa ber­jalan karena pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mengadili kepengurusan Kadin mana yang sah. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya