Berita

Foto/Net

Politik

Sponsor Saracen Harus Diungkap, Ditangkap & Diseret Ke Pangadilan

Supaya Tidak Jadi Fitnah
SENIN, 04 SEPTEMBER 2017 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengguna jasa Grup Saracen diduga berasal dari kalangan politisi untuk kepentingan politik. Bila itu benar, warganet berharap ada sanksi berat bagi pengguna jasa Saracen. Partai politik yang terlibat jangan dipilih saat Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI terus menyelidi­ki sindikat penyebar ujaran keben­cian di media sosial oleh kelompok Saracen. Penyidik mulai menyelidiki pemesan konten kebencian kepada Saracen. "Kami masih mendalami soal itu," kata Kepala Subbagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Susatyo Purnomo.

Sejauh ini, menurut Susatyo, pemesan adalah orang-orang yang dikirimi proposal oleh kelompok Saracen ini. Untuk mendapatkan pesanan, kelompok ini membuat proposal yang akan disebarkan ke­pada pihak-pihak tertentu.


Ia mengatakan sejumlah organ­isasi kemasyarakatan dan lembaga disebut menerima dan memesan jasa ujaran kebencian kepada Saracen. Di dalam proposal tersebut telah termuat harga paket dan konten ujaran kebencian yang akan disebarkan. Jika harga disepakati, konten yang sudah disiapkan itu akan diunggah melalui akun-akun yang dimiliki Saracen.

Menurut Susatyo, unggahan terse­but biasanya akan terus diunggah Saracen hingga beberapa bulan ses­uai dengan kesepakatan. "Biasanya hingga enam bulan. Unggahan-unggahan berkonten negatif itu pun akan membanjiri media sosial hingga menjadi viral atau sesuai dengan keinginan pemesan," ungkapnya.

Di dunia maya bahkan bermuncu­lan informasi terkait pengguna jasa Saracen dengan parpol tertentu. Tak hanya itu, grup medsos yang kerap menyebarkan berita hoak dan Sara ini juga disebut-sebut memiliki hubungan erat dengan elit dari par­pol tertentu.

"Semoga saja pihak-pihak yang telah menggunakan jasa saracen segera di publikasikan," harap akun @DWC_1111.

"Tahun depan sdh PILEG. Mari jgn pilih CALEG dr Parpol yg du­kung Intoleran, CALEG dr Parpol yang membekingi Saracen. Agar NKRI tetap terjaga," ajak akun @ fajri_lacek1.

"Mudah2an partai pengguna sara­cen di diskualifikasi alias dibubar­kan. Polisi hrs berani apapun taru­hannya demi tegaknya hukum di NKRI," ujar akun @SNatapraja.

"Kalau ada partai politik atau orang partai itu terlibat saracen BuBarkan!," kata akun @suryapa­tradaha.

"DATA& FAKTA yang akan membuktikan siapa saja dan partai apa saja di balik SARACEN. Itu juga kalau POLRI "berani" dan Profesional." cuit akun @akusatria71.

"Partai yg dsudutkn kana saracen?y ntr silahkn partai yg dtuduh tersebut lakukan bantahan dan tempuh jalur hukum, jgn diam z, biar rakyat yang mnilai," cuit akun @ HengkyAbeng.

"Semoga masyarakat dpt menilai Partai Kelompok Saracen utk 2018 bukan partai yg layak disebut partai amar ma'ruf nahi munkar," kicau akun @Nak_iwan.

"Justru parpol yg menebarkan permusuhan dan niat "kekuasaan ta'alla" adalah partai penebar ke­munkaran dan penistaan thd agama yg sesungguhnya," kata akun @ PurbaSr.

"#saracen? SMua org bs tebak dari parpol mana yg danai #saracen. Mrka adlh kawanan yg g pnya repu­tasi tpi haus kuasa!," kicau akun @ suwantobyway84.

"Kalau tdk merasa ada hubungan apapun dg Saracen tenang saja bro. Partai kan macam-macam. Ada par­tai besar, partai kecil, partai ganda, partai tunggal...," ledek akun @ DjokoOne

"Kelompok2 dan partai apa dibel­akang Saracen tidak mengherankan. Dari dulu menebar kebencian dan SARA demi nafsu politik mereka," tulis akun @inyongmanise.

Akun @SamuderaIndone1 men­gaku sudah bisa menebak partai mana yang menggunakan jasa Saracen ini. "Masyarakat sdh bisa menebak utk kepentingan par­tai mana saracen dibuat, semoga masyarakat menghukum partai trsbt dgn tidak memilihnya," kata akun @ SamuderaIndone1.

"Polri hrs cepat dapatin nama pihak yg jembatani pengguna jasa dan SARACEN, lalu amankan org tsb. bisa2 ada kasus bunuh diri mendadak lagi," timpal akun @tak_viri.

"Yg menarik dr saracen bukan siapa mereka, tp siapa yg pakai jasa mereka dan apakah akan ikut terbongkar juga," cuit akun @ SuryoWK.

Ketua Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat Abdul Kharis Almasyhari meminta masyarakat was­pada pasca-tertangkapnya kelompok Saracen, sindikat penyedia jasa konten kebencian. Menurut dia, kewaspadaan perlu apalagi menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019.

"Saya yakin masih banyak kelom­pok-kelompok seperti Saracen yang belum tersentuh, apalagi menjelang Pilkada 2018 dan Pemiu 2019", kata Abdul Kharis.

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, polisi tidak cukup han­ya mengungkap anggota sindikat Saracen saja. Tapi juga para peng­guna jasa mereka yang disebut-sebut membayar kelompok itu untuk memproduksi isu SARA atau hoax demi kepentingan politik.

"Harus diungkap siapa yang per­nah menggunakan jasa mereka. Itu harus dibongkar habis oleh aparat kepolisian," kata Ray.

Dengan begitu, lanjut Ray, masyarakat dapat menilai dan waspada terhadap pihak-pihak yang berpoli­tik menggunakan isu SARA dan hoax. "Perlu diungkap sehingga ada warning 'orang ini main politik pakai SARA'," ujarnya.

Polisi menyebut kerja sindikat Saracen dalam menyebarkan ujaran kebencian dan hoax mengancam keu­tuhan negara. Polisi akan mengusut tuntas dan menemukan tersangka baru dari kasus tersebut. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya