Berita

Net

Politik

Nasdem: Pemerintah Ambil Langkah Strategis Soal Rohingya

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Nasdem mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi datang ke Myanmar, untuk mencari solusi komprehensif dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan yang dialami etnis muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Hal ini menunjukkan bahwa presiden tengah menjalankan peran strategis Indonesia di kawasan ASEAN, untuk mengambil berbagai langkah guna mendorong pemerintah Myanmar segera memulihkan keamanan dan stabilitas di negara bagian Rakhine," ujar Ketua DPP Nasdem Martin Manurung kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 3/9).

Bahkan, pemerintah melalui Menlu Retno juga menjalin komunikasi dengan mantan Sekjen PBB Kofi Annan yang menjadi ketua Advisory Commision on Rakhine State dan meluncurkan program Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO).


"Langkah-langkah yang diambil pemerintah RI dipandang strategis dan komprehensif karena mencakup banyak hal dari hulu ke hilir. Selain bantuan kemanusiaan, Indonesia juga melakukan diplomasi internasional untuk penghentian kekerasan di negara bagian Rakhine, termasuk pada etnis Rohingya," jelas Martin.

Selanjutnya, Martin juga mendesak agar pemerintah Myanmar dan militer negara itu menghentikan kekerasan kepada etnis Rohingya di Myanmar.

"Militer Myanmar harus segera menghentikan kekerasan di Rakhine dan menghormati hak asasi manusia etnis Rohingya di Myanmar. Kekerasan militer seperti itu sungguh menyedihkan dan bertentangan dengan kemanusiaan, apapun latar belakang etnis, ras dan agamanya," ujarnya.

Lebih lanjut, Martin juga menghimbau kelompok-kelompok masyarakat dan politik di Indonesia agar tidak terprovokasi atas sentimen suku, agama, ras dan antar golongan (sara).

"Ini adalah tragedi kemanusiaan. Kita bersama mengutuknya dan menyatakan solidaritas bersama etnis Rohingya di Myanmar," pungkas Martin. [wah] 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya