Berita

Sohibul Iman/Net

Politik

Kata Presiden PKS, Sikap Jokowi Soal Rohingya Harus Nyata

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 18:56 WIB | LAPORAN:

RMOL. Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Presiden Joko Widodo untuk bertindak lebih nyata dalam menghentikan kekerasan terhadap etnis rohingya yang dilakukan pemerintah Myanmar. Terlebih kekerasan tersebut menjurus kepada pembersihan etnis.

Presiden PKS Sohibul Iman menilai tindakan nyata yang harus dilakukan Presiden Joko Widodo melalui jalur bilateral dan multilateral seperti melalui organisasi ASEAN, Organisasi Konferensi Islam (OKI), maupun PBB. Agenda utamanya tetap, menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata dan memulihkan kewarganegaraan etnis rohingya sebagai bagian integral dari negara Myanmar.

"Presiden Joko Widodo, sebagai kepala negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan negara ASEAN terbesar harus bertindak lebih nyata dalam upaya menghentikan pembersihan etnis rohingya," ujar Sohibul saat konfrensi pers di gedung DPP PKS, Jakarta Selaan, Minggu (3/9).


Sohibul menegaskan bahwa pihaknya mengutuk tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine oleh militer Myanmar. Menurutnya, sikap tegas PKS itu sebagai wujud kewajiban konstitusional bagi seluruh bangsa Indonesia untuk turut serta mewujudkan perdamaian dunia.

Pimpinan PKS, lanjutnya, juga telah menginstruksikan kepada Fraksi PKS di DPR untuk dapat memperkuat kerjasama dengan seluruh fraksi yang ada dalam rangka memperkuat langkah-langkah Indonesia dalam upaya melindungi dan mencegah etnis Rohingya dari bahaya pembersihan suku dan genosida.

"Untuk memastikan langkah-langkah tersebut dapat berjalan secara efektif dan berkesinambukan, DPP PKS telah membentuk crisis center khusus untuk masalah Rohingya," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya