Berita

Nasir Djamil/Net

Politik

Nasir Djamil Yakin Polisi Objektif Usut Laporan Dirdik KPK

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 15:51 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil percaya Kepolisian bersikap netral dalam menangani laporan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman terkait pencemaran nama baik yang diduga dilakukan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Menurut Nasir, jika ditemukan bukti yang kuat, Kepolisian diharapkan terus menjalankan proses penyelidikan. Terlebih menurut informasi yang diterima Nasir, Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait laporan tersebut sudah dikeluarkan.

"Kita tunggu apa yang dilakukan kepolisian. Saya pikir kepolisian objektif dalam konteks ini. Kalau ditemukan unsur pidana, jalan. Kalau tidak jangan diteruskan," ujarnya di DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (3/9).


Nasir menilai, proses penyelidikan mengenai laporan tersebut tidak akan menggangu hubungan KPK dengan Polri, sebab konteks pelaporan yang dilakukan Aris dalam rangka penegakan hukum. Apalagi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik ini polisi telah mengantongi bukti-bukti.

"Kalau ada oknum yang diduga melakukan tindak pidana harus dilakukan (penyelidikan), dalam rangka ini juga memperkuat penegakan hukum. Tapi jangan juga, kalau lambat nanti dibilang polisi memperlambat dan polisi jangan tergesa-gesa. Pengusutan sesuai SOP saja," ujar Nasir.

Arif melaporkan Novel karena diduga melakukan pencemaran nama baik. Laporan yang tertuang dalam LP 3937/VIII/2017/PMJ/Ditkrimsus tanggal 21 Agustus 2017.

Aris merasa dihina Novel dalam surat elektronik yang dikirimkan penyidik yang kini sedang menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit di Singapura itu. Hingga saat ini Novel masih berstatus saksi terlapor. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya