Upacara penutupan Sea Games pada 30 Agustus, menjadi akhir dari rangkaian kompetisi olah raga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Indonesia harus puas berada di posisi ke 5, dengan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.
Gagalnya Indonesia mencapai target Sea Games 2017 disebut sebagai catatan terburuk Indonesia dalam sejarah ajang dua tahunan itu.
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, prestasi olahraga Indonesia sedang menyentuh level terendah. Dengan jumlah penduduk 260 juta, sambung Fadli, Indonesia bahkan berada di bawah Singapura yang penduduknya hanya 5 juta.
Padahal prestasi olahraga bisa menunjukkan kebesaran sebuah negara dan kebanggaan sebuah bangsa. Ini dinilainya kegagalan pemerintah. Ia menyebut, target juara umum yang diharapkan Presiden Jokowi, seperti mimpi di siang bolong.
"Capaian tahun ini lebih buruk dari dua tahun sebelumnya di Singapura. 2015 kita mendapatkan 47 medali emas, 2013 memperoleh 64 medali emas, dan bahkan 2011 Indonesia berhasil mendominasi dengan perolehan 182 medali emas," urai Fadli Zon melalui keterangan tertulisnya, Minggu (3/9).
Fadli menilai penurunan prestasi ini harus direspon dengan melakukan evaluasi besar. Evaluasi yang dilakukan, jangan terbatas pada kontingen saja, namun juga harus menyentuh aspek kebijakan olahraga nasional. Mulai dari kebijakan pembinaan hingga penganggarannya.
"Misalnya bagaimana dengan kebijakan Menpora pada program pembinaan dan persiapan di tiap-tiap cabang olah raga. Apakah policy tersebut sudah berjalan? Jika sudah berjalan, lalu apakah sudah optimal? Itu semua harus dievaluasi," terang Fadli.
"Saya yakin para atlet telah berjuang maksimal dan potensi atlet kita besar luar biasa."
Fadli juga menyoroti faktor minimnya kepedulian Kemenpora terhadap para atlet Sea Games.
"Kita mendengar di berita, ada atlet peraih medali emas Sea Games, namun uang saku dan akomodasi dari awal Januari hingga Sea Games berakhir, belum juga diberikan. Ini situasi yang sangat miris. Dan ini menjadi cermin bahwa Kemenpora tidak serius mengurusi para atlet Sea Games kita," tegasnya.
"Bagaimana hasil maksimal bisa dicapai, kalau kepedulian kemenpora sendiri sangat minim terhadap atletnya?" Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu, menambahkan.
Dengan adanya gambaran permasalahan tersebut, Fadli berkesimpulan bahwa penurunan prestasi kali ini, lebih disebabkan oleh kurang seriusnya pemerintah termasuk Kemenpora yang minim menangani Sea Games. "Bukan semata-mata kontingen kita yang tak maksimal atau karena lawan yang lebih unggul," pungkasnya.
[wid]