Berita

Zainudin Ahpandi/Net

Politik

Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Sediakan Pulau Untuk Rohingya

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 12:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembantaian secara sistematis telah dilakukan oleh pemerintah Myanmar kepada ribuan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Mereka memperlakukan manusia layaknya hewan.

Begitu kesal Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Zainudin Ahpandi kepada redaksi, Minggu (3/9).

Menurutnya, aksi yang ditunjukkan oleh biksu Ashin Wirathu, Panglima Militer Minaung Hlaing, dan peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi memperlihatkan bahwa mereka seperti manusia yang kehilangan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.


"Saya kira semua orang akan sangat marah melihat genosida ini baik seorang muslim maupun non muslim yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan tatanan agamanya," tegasnya.

Atas alasan itu jugam, Zainudin mendesak agar pemerintah segera memberhentikan sementara hubungan diplomatik dengan Myanmar. Termasuk menarik kedubes RI dari Myanmar. Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga mendesak agar Myanmar dikeluarkan dari anggota ASEAN.

"Kami juga mendesak agar ditarik kembali nobel perdamaian Aung San Suu Kyi dan mendesak agar Biksu Ashin Wirathu, Min Aung Hlaing dan Aun San Suu Kyi diadili secara internasional karena telah melanggar HAM berat," sambungnya.

Sementara kepada pemerintah Indonesia, Zainudin meminta pemerintah menyediakan sebuah tempat untuk menampung keberadaan pengungsi Rohingya yang kini tinggal di perbatasan Bangladesh. Salah satu caranya, dengan menyediakan pulau khusus bagi mereka.

"Kita mempunyai ribuan pulau, maka itu kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyediakan sebagian pulau untuk para pengungsi," tegasnya.

Zainudin menjelaskan bahwa membela Rohingya merupakan bagian dari amanat Pancasila,

"Siapa kemarin yang berteriak-teriak 'Saya Pancasila', tetapi matanya buta melihat penderitaan Rohingya," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya