Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Seluruh Personel Kedubes Myanmar Jakarta Harus Di-Persona Non Grata-kan

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN:

Belum genap satu tahun pembersihan etnis Rohingya di Myanmar. Kini Myanmar memperlihatkan kembali saat otoritas militer dan agama turut serta bersama-sama menyerang warga sipil sah di Rakhine Utara (Arakan).

Myanmar sebagai entitas Asia Tenggara dinilai seakan tidak mempedulikan Piagam ASEAN yang berpesan,”Mempromosikan perdamaian regional dan identitas,
permukiman damai, perselisihan melalui dialog dan konsultasi, dan menolak agresi” serta “Penegakan hukum internasional sehubungan dengan hak asasi manusia, keadilan sosial dan perdagangan multilateral”. Bahkan Myanmar meratifikasi Piagam ASEAN pada 21 Juli 2008.

Dengan memperhatikan pembersihan etnis Rohingya di Myanmar sebagai salah satu tragedi kemanusiaan di Asia Tenggara dan internasional, PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk terlibat langsung melakukan upaya diplomasi. Pemerintah Myanmar perlu diingatkan peran RI dalam ASEAN sebagai 'second track diplomacy' untuk memecahkan masalah dalam negeri Myanmar.

Dengan memperhatikan pembersihan etnis Rohingya di Myanmar sebagai salah satu tragedi kemanusiaan di Asia Tenggara dan internasional, PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah meminta Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk terlibat langsung melakukan upaya diplomasi. Pemerintah Myanmar perlu diingatkan peran RI dalam ASEAN sebagai 'second track diplomacy' untuk memecahkan masalah dalam negeri Myanmar.

PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah juga meminta pemerintah RI untuk mem-persona non
grata-kan seluruh personal Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta sebagai bentuk protes atas pembersihan etnis yang terjadi di halaman rumah ASEAN.

"PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas ketidakmampuan pemerintah Myanmar mengelola hak hidup muslim rohingya di Myanmar," kata Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Djaid melalui siaran pers, Minggu (3/9).

Komite Nobel selayaknya mencabut Nobel Perdamaian dari Aung San Suu Kyi karena telah gagal sebagai guru bangsa Myanmar dalam menciptakan perdamaian dan persaudaraan sesama manusia. Selain itu Organisasi Konferensi Islam (OKI) diminta PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk aktif menggalang kerjasama multilateral guna menggalang bantuan dan diplomasi yang diperlukan agar pembersihan etnis dapat dihentikan. PBB juga perlu menjatuhkan sanksi pemerintah dan militer Myanmar supaya kekejian terhadap etnis rohingya tidak terulang lagi.

Terakhir, kata KH Abdullah, PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengajak organisasi kemasyarakatan dan umat Islam untuk melakukan protes keras melalui berbagai saluran hingga Pemerintah Myanmar menjamin hak hidup warga sipil etnis rohingya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya