Berita

Jaya Suprana

Segitiga Litium

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 05:02 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI Dunia ada beberapa jenis segitiga mulai dari Segitiga Pythagoras sebagai dasar teori geometri, Segitiga Bermuda yang misterius, Segitiga Narkoba di Thailand, Myanmar, Laos yang sumber maksiat, sampai ke Segitiga Asmara yang rawan masalah dan lain sebagainya. Di awal abad XXI tampil sebuah jenis segitiga baru yaitu Segitiga Litium di Argentina, Chili dan Bolivia.

Batu Bara Putih

Litium atau yang kerap disebut sebagai batu bara putih ikut membentuk peta geopolitik dunia abad XXI akibat peran potensi yang sangat esential serta tak tergantikan sebagai bahan pokok bateri yang bisa diisi ulang yang mutlak dibutuhkan sebagai enerji penggerak telepon selular, laptop sampai mobil listerik.


Litium bahkan didayagunakan sebagai bahan obat farmasi. Lebih dari separuh dari sumber litium di planet bumi ternyata berada di tiga negara Amerika Latin dengan kawasan danau di dataran tinggi dan dataran garam yaitu Chili, Argentina dan Bolivia. Pertambangan litium di Chili menjadi pemasok utama sumber bahan enerji untuk pabrik mobil listerik seperti Tesla. Tidak heran bahwa Chili menjadi negara produsen litium nomor wahid di planet bumi masa kini.

Investor

Di bawah pimpinan presiden Mauricio Macri, Argentina berambisi untuk menyaingi
Chili dalam produksi litium dengan membuka lebar pintu gerbang Argentina bagi para investor.

Diyakini bahwa Argentina akan menjadi negara pengeksor litium terkemuka. Sementara bumi Bolivia sebenarnya memiliki sediaan litium terbesar di dunia namun belum fokus dalam optimal mengkomersialkannya akibat kondisi politik yang relatif labil di samping curah hujan yang tinggi mempersulit proses produksi litium.

Chili dengan udara yang kering sangat ideal untuk mendukung proses produksi litium. Kawasan utama litium Chili terletak di dataran garam Salar de Atacama.

Meluas

Namun bisnis litium di Chili, Argentina apalagi Bolivia masih sangat tergantung
pada para investor asing ibarat dahulu bisnis rempah-rempah tergantung pada kaum
kolonialis. Maka mulai dari Tesla disusul Nissan dan BMW sangat berpengaruh
dalam membentuk pasar litium. Daimler dari Jerman di samping Hyundai, Samsung dan Foxconn berlomba membangun pabrik bateri litium-ion yang konon segera digantikan oleh bateri litium-gelas.

Demi menghindari ketergantungan bahan industri pada Segitiga Litium di Amerika Latin, para industri pengguna litium sudah mulai melirik ke kawasan bumi lain termasuk Indonesia yang potensial ikut memenuhi kebutuhan dunia atas litium sebagai sumber enerji pengganti minyak bumi dan batu bara.  [R]

Penulis adalah pembelajar geopolitik enerji.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Babak Baru Perang Iran-AS: Apa yang Berbeda?

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:40

Telkom AI Connect Dorong Lahirnya Talenta Digital yang Berguna bagi Industri

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:20

Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Sabet Sepatu Emas

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:11

Daftar 6 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2030, Tuan Rumah Otomatis Melaju ke Putaran Final

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:00

Pakar Fisika Ulas Konsep Mimpi secara Ilmiah

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Film Hope Na Hong-jin Tembus 1 Juta Penonton dalam 3 Hari, Pecahkan Rekor Box Office Korea 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Jangan Biarkan Indonesia Diceraiberaikan Perang Informasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:33

Tantangan Kembali ke UUD 1945

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:13

TNI-Polri Gagalkan Perdagangan Timah Ilegal Senilai Senilai Ratusan Juta

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:55

Gibran Tak di Sebelah Prabowo

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:40

Selengkapnya